Belajar dari GONLA.com: How To Close Your Business Gracefully

by on

 

Seperti telah diketahui khalayak ramai (nggak seheboh itu juga sih), GONLA – OTA lokal buatan Indonesia (uhuy!) – menutup situsnya sejak Kamis, 29 Agustus 2013, sekitar pukul 22.00 WIB. Tanpa penjelasan apapun, kecuali tampilan pesan “503 service unavailable”. Pastinya pada bertanya-tanya dong, karena tidak ada official statement dari GONLA tentang ditutupnya akses ke www.gonla.com (update: link sudah tidak berfungsi). Yang ditemui hanyalah pesan-pesan personal via akun Twitter atau Facebook salah satu pegawai (yang kemudian menjadi mantan) GONLA.

Akhirnya pada tanggal 2 September 2013, sebuah media online menulis juga tentang ditutupnya GONLA. Ini linknya.

Di sana terbaca komentar dari Karaniya, CEO GONLA yang kebetulan juga founder atau siapanyalah www.viva.co.id. Kata beliau sih, “… the company is going through a major change as well as restructuring, and it will integrate Gonla with the news portal site Viva.”

Satu artikel lagi tentang GONLA muncul hari Selasa, 3 September di Tnooz, salah satu media online pengulas soal teknologi dan pariwisata.

Nih saya bagi link-nya, baik ‘kan saya. RIP GONLA? Serem amat.

Lagi-lagi, karena nggak ada suara resmi dari yang digunjingkan, semua menjadi bertanya-tanya karena pada hari Rabu, 4 September, website GONLA hidup lagi! W-O-W. Sebegitu cepatkah revival GONLA?

Belum habis rasa kaget saya, kembali saya terkejut mendapati hasil search saya di GONLA.

gonla-ghb

Dan hasilnya bisa ditebak dong. Begitu para petinggi GONLA menyadari bahwa banyak glitch, segera situs itu dimatikan lagi.

Kali ini lebih santun, dengan memasang pesan “under maintenance”. Waah, singkat sekali ya kebangkitannya. Namun, dengan pesan “under maintenance” ini, pastinya semua mafhum bahwa GONLA masih hidup! Masih ada! Masih eksis! (Mulai lebay deh gue.)

Saya mah nggak berniat membahas mengapa GONLA on-off begitu, karena kalau dibahas, nggak cukup setahun rasanya. Saya cuma terinspirasi dengan cara GONLA menutup (sementara) bisnisnya, yang menurut komentar di artikel Tnooz tadi: “.. is an absolute disgrace.”

Semestinya, ada cara yang lebih santun dan elegan. Gampang kok, seperti saya sebelum menulis posting ini, tinggal googling aja dengan kata kunci: “how to close your business gracefully“. Beberapa yang saya rangkum ini berlaku secara umum ya, bukan hanya tentang GONLA semata.

1. Beri pesan yang jelas tentang apa yang sedang terjadi. Seperti bikin pesan “under maintenance” itu, saya rasa nggak butuh waktu 30 menit.

2. Jangan biarkan rumor berkembang. Jangan sampai ada pegawai (yang kemudian jadi mantan) yang mengirimkan email blast, menulis tweet, posting di Facebook, dengan menyebarkan pesan yang salah. Karenanya, pernyataan resmi dari perusahaan sangatlah penting. Kirim email pengumuman secara resmi kepada para supplier maupun klien.

3. This is not the end of the world. Dunia belum kiamat. Siapa tahu, ada investor baru dan bisnis Anda akan kembali bangkit. Itulah mengapa cara Anda mengumumkan kepada dunia tentang apa yang sedang terjadi, sangatlah penting. Citra, ‘bo, citra! Bagaimana investor akan tertarik dengan perusahaan Anda, kalau di luaran sudah beredar aneka gosip yang sebenarnya bisa Anda tangkal sedari awal? Bagaimana para supplier akan bersedia bekerjasama dengan Anda lagi, bila situs dan sistem Anda on-off begitu tanpa penjelasan memuaskan?

4. Dan yang terpenting, ingat, Anda mempekerjakan manusia. Punya hati punya rasa. Ucapkan selamat jalan pada mereka dengan pesangon jelas dan tanpa pembedaan sehingga semua terima haknya. Sebagai pemilik bisnis, atau CEO, akan lebih terhormat bila Anda sendiri yang menghantarkan para karyawan ke pintu keluar, tanpa mewakilkannya kepada direktur lain, misalnya. Akan lebih terhormat apabila Anda sendiri yang menyampaikan maaf bahwa semua berjalan tidak seperti yang direncanakan.

Saya rasa seluruh semesta tahu, yang namanya bisnis itu naik turun.

Restrukturisasi adalah hal wajar. Likuidasi juga sering terjadi. Mereka akan paham dan memberi waktu, dan percaya bahwa bisnis Anda akan kembali baik pada waktunya. Yang penting, Anda juga harus memberikan penjelasan dan bukannya malah membingungkan pasar. Kalau ingin dipercaya, Anda harus memberikan pesan supaya semua terkesan dan percaya. Setuju?

Catatan samping: Mungkin ada yang nanya, jadi GONLA masih hidup nggak? Ya tanyakanlah pada yang bersangkutan. Kalau boleh saya bilang, masih, masih hidup kok. Jangan kuatir. Kita nantikan saja kebangkitannya, yuks maree.

Update 12 September 2013: Situs www.gonla.com sudah live kembali, sepengamatan penulis dengan inventori hotel yang jauh lebih sedikit (dulu hotel Bali bisa 400-an sekarang tinggal 14 hotel dan itupun belum tentu available di tanggal-tanggal tertentu). Lebih bagus begitu, daripada mengumbar angka inventori yang wow tapi harganya dodolduwel.)

Update 4 Mei 2015: Sebenarnya sudah dari dahulu kala, GONLA sudah mati beneran. Tapi ini saya update lagi sekedar untuk memberi informasi bagi pengunjung yang mampir ke artikel ini, dan juga saya remove link ke www.gonla.com dari artikel ini. 

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.