Cerita Tentang Kunci Mulai Dari Kunci Mobil Sampai Kunci Hatinya

by on

 

Setelah saya berbagi cerita tentang handphone dan dompet, kini menyusul cerita tentang satu benda yang sangat membuat saya repot: kunci. Mulai dari kunci mobil sampai kunci rumah dan yang lain-lain. Tentu erat kaitannya dengan sifat saya yang pelupa. Berikut daftar kejadian yang masih lekat di ingatan saya.

1. Kunci rumah tergantung di pintu

Awal pindah ke Bali tahun 2003, saya tinggal di rumah yang merangkap jadi kantor. Saya sendirian waktu itu. Rumah yang kami sewa berada di lingkungan perumahan yang padat. Suatu hari, saya pergi ke PKB bersama teman-teman baru. Pas mau pulang, baru tersadar kalau kunci rumah saya nggak ada! Udah deg-degan aja membayangkan yang enggak-enggak. Bergegas saya pulang, dan betapa lega saat mendapati kunci tergantung dengan manjanya di lubang kunci. Bersyukur banget nggak ada yang iseng masuk ke rumah dan mengangkut benda-benda yang tak seberapa. Tahun segitu, Bali masih terbilang aman pake banget dah.

2. Kunci mobil tertinggal di dalam mobil

Ini mah biasa yak? Saya rasa pasti setiap pemilik mobil pernah mengalami kejadian seperti ini. Yang nggak biasa kalau kayak saya nih, yang tertinggalnya berkali-kali. Coba ya saya runut:

  • Saat handle grup tengah malam, ada telepon masuk yang saya terima sambil menyetir mobil. Tiba di lapangan parkir hotel, dengan santai saya turun sambil tetap bercakap di telepon, tak lupa sambil memijit kenop kunci pintu, lalu menutupnya dengan mantap. Barulah saya tersadar, kunci tertinggal di dalam dengan kondisi mesin nyala, dan pintu sudah terkunci. Alhasil telpon si pemilik mobil yang punya kunci cadangan, yang akhirnya sigap datang menolong.
  • Masih berkaitan dengan cerita di atas, esok malamnya saya dan teman-teman sibuk menurunkan barang dari mobil Karimun mungil tunggangan saya. Pintu belakang terbuka selama kami turunkan barang satu persatu. Begitu kelar, langsung deh tutup pintu dan… baru nyadar kalau kunci saya geletakkan di dalam selama kami beraktivitas. Dan pintu bagasi kalau sudah tertutup otomatis mengunci semua pintu. Berhubung saya malu menelepon pemilik mobil (masa’ dua malam berturut-turut saya repotkan dengan urusan yang sama), kali ini saya menelpon tukang kunci yang bisa dipanggil.
  • Yang ini ceritanya agak complicated. Saya baru berganti kerja dan pindah perusahaan. Mobil kantor lama masih saya pegang. Dengan bantuan teman, saya mengambil mobil kantor baru. Jadi kami beriring-iringan gitu dari kantor baru. Saya dengan mobil kantor baru, sang teman dengan mobil kantor lama. Di parkiran kantor lama, saya membereskan mobil kantor lama yang kali-kali aja masih ada berkas tertinggal. Kunci mobil kantor baru saya geletakin di jok kursi. Dan setelah semua berkas (dan juga sampah) terangkut, saya tutup pintu yang otomatis mengunci. Tolol banget ‘kan. Dua kunci mobil lama dan baru ada di dalam mobil lama yang terkunci. Akhirnya dengan keahlian yang baru kami pelajari, dengan menggunakan penggaris besi, bisa juga kami membuka pintu mobil lama.
  • Suatu ketika saya meninggalkan kunci lagi di dalam mobil sementara mobil otomatis terkunci. Kali itu saya memakai modus “ask a friend” (tepatnya sih, suami teman) yang segera datang menolong. Baik yah teman saya. Gara-gara itu (dan beberapa kejadian lain), setiap saya telepon teman saya apalagi kalau habis selesai ketemuan dan berpisah, sang suami langsung nuduh aja,” Ada yang ketinggalan apa lagi?”

3. Kunci kamar kost hilang

Ini mah udah gak keinget lagi saking seringnya. Teman saya sampai menyarankan, ada baiknya kalau saya duplikat kunci empat biji, dan masing-masing saya titipkan pada teman kepercayaan. Biar ada cadangan. Biar nggak nyusahin teman, seperti pernah sudah jam tiga pagi, saya baru pulang ke kost dan baru sadar kunci kamar entah ke mana, akhirnya BBM blast cari siapa yang masih melek jam segitu. Untung saja ada yang nyahut, dan langsung deh tanpa malu saya numpang tidur di kostnya.

4. Kunci apartemen tertinggal

Pernah saya dan pacar asik aja berjalan-jalan. Pas mau pulang, baru nyadar kunci apartemen nggak ada. Waktu itu kunci kami pisah dengan kartu akses. Jadi kami bisa tetap naik, tergopoh-gopoh berlari ke kamar, dan seperti dugaan, kunci tergantung dengan manisnya. Sekali lagi, untung aja nggak ada yang iseng masuk dan menggasak barang-barang kami!

5. Mengunci pacar tanpa sadar

Kalau ini parah sih. Saat itu saya berangkat lebih pagi. Sampai di kantor saya beraktivitas seperti biasa, sampai agak siangan pacar menelpon. “Kamu bawa kunci?” Saya tergagap. Cari di tas, eh iya, ada kunci di tas saya. Langsung deh pesen ojek untuk pulang buru-buru. Apesnya, kartu aksesnya ada di kamar. Pacar nggak bisa keluar kamar, saya nggak bisa naik karena untuk pakai lift, harus pakai kartu akses. Untungnya, ada abang tukang antar gas yang punya akses ke semua lantai. Nebeng deh.

6. Kunci loker pun ikut nyusahin

Di coworking space tempat saya nyewa tempat buat kerja, kami dapat locker untuk menyimpan barang. Karena malas bawa laptop pulang, seringnya laptop saya tinggal di locker. Ketinggalan kunci locker sering saya alami, untunglah ada kunci cadangan yang dipegang customer service. Jadi saya tetap bisa buka locker saya. Nah entah mengapa, suatu ketika kunci cadangan itu saya pegang karena kunci utama entah hilang ke mana. Sekian lama saya pakai kunci cadangan itu, hingga suatu hari kunci itu pun lenyap. Nyerah, saya pun memanggil tukang kunci. Lumayan mahal bo’, Rp. 250,000 untuk njebol locker dan bikin dua kunci duplikat. Kapok!

 

Jadi ya gitu deh cerita nggak penting dari saya kali ini. Dompet, handphone, kunci, semua menunjukkan ketololan seorang Bayik yang nggak habis-habisnya. Biasanya musibah terjadi kalau saya sedang terburu-buru. Jadi, sekarang saya nggak mau buru-buru. Biar pelan asal selamat. Sebelum pergi, saya absen dulu barang yang wajib saya bawa. Well, sekali-dua masih kelupaan juga sih, tapi nggak separah dulu deh.

Yang jelas, ada satu kunci yang sampai sekarang masih tersimpan rapi. Hampir empat tahun loh. Mudah-mudahan sih jangan ilang, susah cari gantinya. Kunci apaan tuh? Kunci ke hatinya. Uhuk.

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.