Enjoy Jakarta

by on

Akhirnya saya kembali lagi ke Jakarta. Teman-teman pasti sudah bosan mendengarnya. Bolak-balik Bali-Jakarta-Bali-Jakarta gitu aja. Ya gimana lagi, sesuai prinsip hidup saya “kemana angin bertiup”, ya ke sanalah saya pergi. Pergi dan tinggal di Jakarta, ya enjoy Jakarta lah!

Sudah tiga minggu sih saya tinggal di Jakarta. Pekerjaan baru yang (sementara ini) memaksa saya bekerja dari rumah (istilah kerennya: home based) seperti biasa butuh waktu buat adaptasi. Bersyukur para atasan dan teman sekerja saya di kantor pusat di negeri seberang, baik hati dan tidak sombong. Adaptasi terbesar pastinya soal kebiasaan. Bekerja dari rumah, sendirian, pasti beda banget dengan kerja di kantor apalagi jika banyak teman untuk berbincang dan bertukar pikiran. Menciptakan suasana kerja yang kondusif juga butuh usaha keras. Saya siasati dengan bangun pagi seperti biasa, mandi, pakai baju kerja dan sebelum jam kantor saya sudah siap di meja. (Teorinya begitu, kenyataannya ya cukup saya dan Tuhan yang tahu.)

Dan apalagi yang bisa saya ceritakan tentang Jakarta? Kota ini masih saja ruwet seperti dulu. Tapi sebagai orang yang (sok) berpikiran positif, saya mah enjoy aja. Terjebak macet dua jam, ya mau bilang apa lagi, sudah tahu jalanan macet kok ya tetap nekad ke jalan. Mbok ya ndekem di rumah.

Sebenarnya Jakarta sih lebih asik sekarang, bagi saya pribadi karena hadirnya Uber dan Go-Jek. Melanjutkan pengalaman saya bergo-jek ria di Bali, di Jakarta saya mengandalkan Go-Jek untuk pergi hampir ke mana saja. Kalo nggak Go-Jek, ya Uber. Saya sadar sih, kebiasaan ini musti dihentikan secepatnya biar nggak tekor. Belajar naik angkutan umum gih! *toyor diri sendiri*

Tinggal di hunian vertikal alias apartemen alias sebenarnya rumah susun, bagi saya mah asik aja. Butuh koprol doang buat belanja di Farmer’s Market (iya nggaya, belom sempat cari info di mana pasar tradisional terdekat). Mau ke stasiun kereta juga jalan kaki lima menit.

Yagitudeh hidup saya sekarang. Nggak penting-penting amat kan posting ini? Sekedar latihan jari aja biar gak membeku. Dari dulu niatnya rajin posting, tetap aja banyak alasan buat malas-malasan. (Maapin daku ya Allah.)

Niatnya sih, tinggal di Jakarta sekarang buat selamanya. Maksud saya, nggak pindah-pindah lagi deh. Udah uzur, penginnya hidup tenang.

Oya, Jakarta terasa lebih menyenangkan kini, karena nggak perlu LDR lagi. Tinggal bersama kekasih sungguh satu nikmat yang nggak akan saya sia-siakan. Enjoy Jakarta!

Sampai jumpa di posting berikutnya! *apalah ini*

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.