Giveaway Pertama Balepoint.com: “Inteligensi Embun Pagi”, “Nyai Gowok”, “The First Phone Call from Heaven”

Book Quote Balepoint

Ketika saya beneran menjadi seorang minimalis (sekarang sudah jadi kompromis), saya punya kebiasaan membatasi jumlah buku yang ada di rak buku saya. Ya, hanya limabelas buku yang saya ‘ijinkan’ untuk bertengger di rak buku, dan itu berarti apabila saya membeli buku baru, buku yang lama harus ada yang saya singkirkan. Jadi, benar-benar buku yang akan saya baca berulang kali atau yang jadi referensi, yang akan saya simpan. Lainnya, saya hibahkan ke teman, daripada berdebu tak terbaca.

Sekarang karena tumpukan buku di rak saya mulai tinggi, saya punya tiga buku yang akan saya bagikan secara gratis (ongkos kirim saya tanggung). Kondisi buku 99% alias nyaris seperti baru. Dalam kesempatan giveaway yang pertama ini, saya akan bagikan:

Syaratnya gampang, karena ini giveaway dan bukan kontes-kontesan:

  1. Peserta harus bertempat tinggal di Indonesia. Kalau bertempat tinggal di luar negeri, nggak masalah selama kamu bisa memberikan alamat di Indonesia seandainya kamu jadi pemenang.
  2. Tinggalkan komentarmu, bagi sedikit ceritamu tentang buku pernah kamu baca yang paling berkesan bagimu. Cerita kamu yang singkat, padat dan berisi ya!
  3. Giveaway berlangsung dari tanggal 10 Mei 2016 pukul 07.00 WIB sampai dengan 20 Mei 2016 pukul 23.59 WIB. Komentar yang masuk setelah itu tidak akan diperhitungkan.
  4. Tiga pemenang dihasilkan dari undian dan akan diumumkan di blog ini dan juga di Facebook Fanpage Balepoint tanggal 21 Mei 2016 pukul 07.00 WIB.
  5. Pemenang yang saya hubungi lewat email dan tidak merespon dalam waktu 2 x 24 jam akan saya ganti dengan pemenang baru.

Gampang ‘kan? Baiklah, tinggalkan komentar kamu dan semoga kamu yang akan jadi pemenangnya!

 

kode promo Uber

Baca tulisan lainnya....

21 Responses

  1. Mateo says:

    Keren aku mau bukuuu!!!
    Aku pernah baca buku Series “Left Behind” ato “Dejados atras” dengan bahasa spanyol… tentang berberapa orang yg tinggal saat apocalipsis… jd bikin pikir… tentang future…. itu series 12 buku…. aku dulu… gk terlalu tertarik baca buku… sampe ketemu series ini… dan bisa baca cepat sekali… sampe abis buku… dan pengen beli the next… skrng buku2 itu… ada di Argentina… jd ingat udah lama gk baca buku gt…. skrng di Indonesia… untuk belajar bahasa Indonesia… mulai baca buku2 untuk anak kecil… haha…semoga bisa dapat satu buku dr 3 ini… Terima Kasih…

  2. Melisa says:

    Halo, Mbak.
    Kalo aku suka baca buku, tapi kendalanya sering (sok) sibuk sampe akhirnya buku-buku di rak jadi terbengkalai. Kebiasaan yang kayak gini pengen diubah biar bisa rileks dan gak melulu ngurusin kerjaan. Buku yang paling berkesan buatku adalah tetralogi Laskar Pelangi. Ya, aku berhasil menyelesaikan keempat buku itu tanpa ditunda-tunda.

    Buku itu sangat berkesan karena mengisahkan chemistry antara guru dan murid. Aku punya hubungan yang sangat baik dengan dua orang guruku di SD. Bahkan buku itu juga menginspirasi aku untuk kembali menghubungi guruku setelah sekian lama hilang kontak. Tentu guruku senang, menyambut dengan hangat, sampai akhirnya kontak masih terus terjalin sampai saat ini. That’s the power of a book, semacam memutar kembali memori di benak dan merekatkan kembali hubungan yang terjalin sejak belasan tahun lalu πŸ™‚

  3. Yuria says:

    Salam Budaya bagi seluruh pembaca blog πŸ™‚
    Saya akan berbagi sedikit pengalaman saya mengenai buku/novel paling menarik yang pernah saya baca, yakni Dilan: Dia adalah dilanku tahun 1990 dan seri ke-duanya. Novel besutan Pidi Baiq ini memiliki desain cover yang cukup klasik sehingga awalnya saya mengira buku ini adalah novel dengan cerita sastra ‘berat’, namun setelah mengenal persona seorang Pidi, saya menjadi yakin bahwa buku ini layak dibaca. Saya sebagai seorang yang tidak begitu suka dan konsumtif dalam membaca mampu menghabiskan Dilan edisi pertama dengan sekali duduk saja. Jujur, itu pertama kalinya saya bisa merampungkan bacaan setebal kurang lebih 300 lembar hanya dengan sekali baca saja, yaa.. Tidak lain karena memang gaya penceritaan yang digunakan oleh penulis buku tersebut memang enak dan ceritanya menarik untuk diikuti, meskipun tema yang diambil tidak begitu istimewa.

    Sekian sharing singkat saya mengenai salah satu buku yang paling berkesan πŸ˜€

  4. yoanda nurseha says:

    hallo mbak..
    buku yang paling berkesan buat aku thu yang berjudul “Nighmare At the hospital”.Buku ini mengulas tentang cerita-cerita seram dirumah sakit.Menurut aku ceritanya seram-seram sekali.Apalagi aku sering ikut mama praktek di rumah sakit,kadang sehabis membaca buku ini aku ketakutan sendiri. Tetapi walaupun begitu aku sangat menyukai buku bergenre horor

  5. bayik says:

    Hai Mateo! Hahaha terima kasih sudah mampir dan ikutan giveaway ini. Iya kamu harus belajar banyak baca buku bahasa Indonesia… biar tambah gaul πŸ˜€

  6. bayik says:

    Hai Mbak Melisa, hehehe sama dong, saya juga hobi beli buku tapi numpuk nggak dibaca-baca.

    Laskar Pelangi saya suka banget terutama buku pertamanya. Ceritanya amat sangat hidup dan menginspirasi!

    Terima kasih ya sudah mampir dan ikutan giveaway ini.

  7. bayik says:

    Salam kenal kembali Mbak Yuri! Wah saya belum pernah baca buku Pidi Baiq… terima kasih ceritanya, Pidi Baiq bakalan masuk wishlist untuk bacaan mendatang.

    Terima kasih sudah mampir dan ikutan giveaway ini ya!

  8. bayik says:

    Hallo Mbak Yoanda, waah kalau novel horor saya cuma satu yang baca sampai habis: “Carrie” karya Stephen King. Nggak gitu kuat mental, pas bacanya sih asik, kalau sudah selesai baca trus di rumah sendirian bisa merinding hehehe. Tapi saya demen cerita horor Diary Keluarga Tak Kasat Mata yang heboh di Kaskus itu. #lho

    Terima kasih ya sudah mampir dan ikutan giveawa ini!

  9. yoanda nurseha says:

    haha iya mbak aku juga pernah baca novel “carrie” tapi gak sampai habis karena baru baca dari awalnya aja uda ketakutan.

    iya sama-sama mbak πŸ˜€

  10. Melisa says:

    Betul, Mbak.
    Buku pertamanya Laskar Pelangi paling super, ya.
    Senenggg bisa mampir ke Balepoint.com
    Sukses terus ya, Mbak.
    Konten di Balepoint.com enak dibaca πŸ™‚

  11. Imam Budi Setiawan says:

    haloo, saya suka baca buku kalo lagi ga ada kerjaan. maklum pengangguran haha
    buku yg udah saya baca sih, a.l. Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran; Orang-orang Di Persimpangan Kiri Jalan, Madilog – Tan Malaka, Di Bawah Bendera Revolusi – Ir. Soekarno (belom kelar dibaca gara2 ejaannya masi lumayan klasik) ga tau juga sih kenapa saya suka baca buku yg begitu. Padahal dulu pas baru2 doyan baca, bacanya tuh Novelnya Andrea Hirata yg Laskar Pelangi dan turunannya yg seru. Sebenernya sih masih banyak lagi yg pengen diceritain, cuma suka bingung kalo nyeritainnya lewat tulisan. Takut imajinasi kita beda mba haha. Gitu aja kali ya, terima kasih mba udah sempet baca tulisan saya yg agak ngawur ini

  12. bayik says:

    Hai Mas Imam, terima kasih sudah mampir dan ninggal komen! Wah.. Catatan Seorang Demonstran tuh buku saya yang paling favorit, sudah lecek dan robek-robek, pernah dipinjam teman di lain kota bertahun-tahun trus balik lagi, sekarang aman tersimpan di rak buku dan selalu saya baca ulang kalo lagi butuh inspirasi.

  13. Dini Nuris Nuraini says:

    Buku yang paling berkesan bagi saya adalah “24 Wajah Billy”. Saya penasaran bagaimana seseorang kepribadiannya bisa terpecah menjadi 24. Apa yang dialami tokoh Billy ternyata akibat trauma masa kecil oleh ayahnya. Setelah kepribadiannya terpecah Billy menjalani petualangan yang sangat berat. Meski terkadang ingin menyerah tetapi dia akhirnya berhasil melalui semuanya. Dari awal sampai akhir buku ini menegangkan dan membuat saya takjub bagaimana bisa orang tahan dengan perlakuan-perlakuan yang seperti itu. Apalagi cerita ini diakhiri dengan kemampuan Billy untuk memaafkan ayahnya-sumber dari segala penderitaan hidupnya. Dan ini merupakan kisah nyata.
    Setelah membacanya saya banyak-banyak bersyukur karena hidup saya normal dan tidak seperti dia.

  14. Dini Nuris Nuraini says:

    Tes
    Kok hilang ya komen saya? Sudah masuk belum?

  15. bayik says:

    Tes diterima dengan sukses. Komen masuk kok Mbak, langsung approved, don’t worry πŸ™‚

  16. bayik says:

    “24 Wajah Billy”? Saya belum baca euy. Sepertinya seru banget yak, teringat pada buku Sybil tapi kalau Sybil cuma 16 kepribadian. Nah kalau Billy 24 kepribadian bisa saya bayangkan ketegangan ceritanya. Terimakasih sudah mampir dan ninggal komen ya Mbak Dini!

  17. Rini Cipta Rahayu says:

    Salah satu buku yang paling berkesan buatku adalah Oliver Twist – Charles Dickens. Buku itu aku baca sekitar usia 10 tahun. Sejak membaca kisah hidup dan petualangan Oliver itulah aku suka membaca, buku itupun aku baca berulang-ulang. Saat membaca, aku seakan berada di dunia imajinasi. Aku ingin sekali membantu Oliver melarikan diri dan hidup dengan bahagia. Kisah Oliver juga memberikan sebuah inspirasi bahwa manusia itu tidak selamanya hidup dalam situasi yang sulit. Pasti akan ada saatnya kita memetik hasil jerih payah yang manis setelah kita berjuang melewati segala ujian kehidupan. Semuanya bisa terjadi jika kita percaya, bersabar dan berusaha mewujudkannya.
    Sayangnya, sekarang novel itu belum bisa ku temukan. Semenjak pindahan akibat renovasi, buku itu dirapikan dan diletakkan di sesuatu tempat. Semoga dapat segera ketemu. Buku itu memiliki sejarah penting bagiku πŸ™‚

  18. Imam Budi Setiawan says:

    wah beruntung banget tuh mba, ada yg minjem buku terus dibalikin… soalnya ada 2 buku (Normal Is Boring & Ngawur Karena Benar) saya yg dipinjem temen dan belom balik sampe sekarang hahaha

  19. bayik says:

    “Oliver Twist”… saya malah baru nyadar kalau belum pernah baca buku aslinya secara utuh. Dulu banget pas SD baca versi komiknya (Album Cerita Ternama – wah ketahuan deh udah tuwir saya hahaha). Trus nonton filmnya juga sepotong-sepotong nggak utuh. Sepertinya kudu dimasukkan ke daftar bacaan mendatang nih!

    Mudah-mudahan bukunya cepat ketemu ya Mbak! Terima kasih sudah mampir dan membaca.

  20. bayik says:

    Tentang Catatan Seorang Demonstran ini seru ceritanya. Jadi saya masih di Jogja waktu itu, dan kala Orde Baru, buku ini susah didapat. Saya dapat dari seorang teman pun sudah yang edisi lawas dan kucel. Lalu dapat kenalan lewat satu group di dunia maya, ada anak Malang yang pengin baca, saya kirimkan lewat pos ini buku ke Malang. Abis itu hilang kontak dan saya sudah lupa. Eh 2-3 tahun lalu, dia menemukan saya di Facebook, kami terhubung kembali dan langsung deh dikirim balik bukunya ke saya. Dan ampe sekarang, saya dan si teman itu belum pernah bertemu di dunia nyata hahaha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *