Hormatilah Kesibukan Orang

by on

 

Sedari dulu, tamu selalu datang dan pergi di kantor saya.

Tapi belakangan makin parah. Karena jumlah hotel di Bali semakin banyak, yang berarti hotel partners kami juga semakin banyak, sekarang hampir semua hotel di Bali nggak peduli itu bintang satu sampai bintang enam, turun gunung rajin menyambangi agent demi agent.

Saya nggak keberatan. The more the merrier. Semakin banyak yang datang, semakin saling kenal, semakin dekat semakin lancar hubungan pekerjaan.

Yang mengganggu adalah mereka yang suka nyelonong begitu saja. Terus tiba-tiba duduk di depan meja saya.

Maaf, saya lagi banyak-banyaknya kerjaan. Dan di kantor yang menganut open office space ini, nyaris gak ada tempat ‘berlindung’ dari tamu-tamu yang tidak diundang ini.

Jalan terakhir, saya lari ke coffee shop. Menyelesaikan pekerjaan sambil ngopi atau makan siang. Seperti sekarang.

Satu jam di coffee shop, terkadang lebih produktif daripada seharian di kantor.

Karena masih kekurangan tenaga, saya pun kebagian tugas menginput data-data, dan itu nggak bisa disambi seenaknya. Paling nggak enak kalau sedang input data satu hotel yang complicated, lalu dipotong oleh kedatangan sales yang nggak diundang. Sumpeh! Mau ngelanjutin input, kok ya diajak ngobrol. Mau nggak diladeni, ntar dibilang saya nggak sopan.

Dan belakangan saya memang mulai nggak sopan. Daripada makin butek pikiran, mending kayak sekarang saya lari ke coffee shop. Melanjutkan kerja.

Dan nggak cuma saya di kantor yang sibuk. Semua sibuk. Nggak bisa menganggu saya, mereka lantas mengusik staf saya. Kalau begitu, saya cuma mengelus dada dan sutralah, terserah mau lu apa.

Mereka yang mengerti saya, pasti sudah ngabarin duluan kalau mereka mau bertamu. Saya selalu menyisihkan waktu untuk tamu-tamu  yang tahu aturan macam begini. Berjam-jam pun jadi.

Mereka yang menghormati saya, akan saya hormati pula.

Sebaliknya, mereka yang abai akan kebutuhan saya, nggak akan saya anggap ada.

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.