Keberhasilan Kecil Dalam Satu Hubungan, Layaklah Kita Banggakan

by on

Dulu saat masih jomblo (ehm), saya nggak habis pikir kalau mendengar atau membaca atau mengetahui, pasangan yang mengucapkan “happy monthversarry”. Ya baru bilangan bulan gitu loh, ngapain diperingati seakan-akan sudah tahunan usia hubungan mereka.

Tapi ya, mungkin waktu itu, karena saya jomblo, dasar keheranan saya itu sedikit banyak terpicu oleh faktor iri. Iyalah, iri melihat sepasang kekasih bermesraan, sirik melihat mereka yang saling memiliki, yang saling ada untuk kapan saja, sementara saya tersia-sia di pojokan dengan segala kesendirian saya.

Setelah saya berstatus “in relationship”, ternyata saya (dan kekasih saya) punya kebiasaan untuk saling mengucapkan selamat ketika tanggal 2 datang di tiap bulan. Dan hari ini, sudah delapan bulan saya bersama kekasih saya.

Kami saling mengucapkan selamat, berterima kasih satu sama lain karena hubungan kami masih sedemikian hidupnya sampai delapan bulan ini.

Konyolkah? Mungkin. Tapi para pecinta itu ‘kan memang terkenal konyol, jadi ya biarkanlah, maklum saja dunia toh serasa milik para pecinta. Ya ‘kan? Iyain aja biar cepat.

Lalu saya teringat ketika saya sukses berhenti merokok, yang sampai sekarang sudah total lima tahun lamanya.

Awal-awal saya berhenti merokok dulu, saya sering mengupdate status fesbuk atau twitter dengan keberhasilan-keberhasilan kecil. “Sehari tanpa rokok, yayyy!!!” “Nggak terasa sudah seminggu tanpa rokok!” “Wow, sudah sebulan ternyata saya bebas dari rokok.” “Setahun!” Dan seterusnya, dan sejenisnya.

Keberhasilan-keberhasilan kecil itu, bagi saya, nggak ada salahnya untuk diperingati. Untuk dirayakan. Karena itu adalah satu kemenangan. Kemenangan kecil untuk menuju kemenangan yang lebih besar.

Demikian pula dalam satu hubungan.

Satu bulan, mungkin, bagi banyak orang hanyalah bilangan hari tak berarti besar. Tapi bagi kami, melewati satu bulan dengan saya di sini dan kekasih saya di sana, sangatlah berat. Bukan karena tersiksa kecurigaan pasangan akan berkhianat, tidak, rasa percaya kami jauh lebih besar dari itu. Tapi terasa berat karena hari tidaklah selengkap ketika saya bangun dengan dia di pelukan (atau lebih seringnya, saya di dekapnya). Terkadang rasa kangen sedemikian besar sampai membuat hati sesak dan setetes air mata pun jatuh tanpa terduga. Atau kangen itu menyusup dalam mimpi yang lagi-lagi membuat kami menangis dalam tidur.

Kami senang, kami bahagia, kami bangga, sekarang sudah delapan bulan usia┬áhubungan kami yang “tanpa drama” kata kekasih saya. Delapan bulan menuju bulan-bulan tak terbilang, menuju hari di mana keterpisahan jarak adalah masa lalu, menuju pagi di mana wajah kekasih adalah yang pertama hadir ketika kami membuka mata. Delapan bulan ini adalah satu keberhasilan kecil yang layak kami banggakan.

Terima kasih, sayang, untuk delapan bulan ini dan untuk bulan-bulan yang akan datang. Love you.

 

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.