Prinsip “2 Menit” Yang Sederhana

by on

Saya seorang procrastinator sejati. Ditunjang oleh kemalasan saya, kebiasaan menunda-nunda – apapun yang bisa ditunda – semakin menjadi. Terlebih karena saya selalu diselamatkan oleh waktu, pekerjaan semakin lancar saya kerjakan apabila sudah mendekati garis mati. Akhirnya terbawa deh kebiasaan menunda apapun ini ke keseharian saya.

Contohnya, cucian. Baju kotor yang sudah menggunung, baru saya cuci – atau saya bawa ke laundry ketika baju bersih sudah amat sangat menipis. Kadang kalau saya rendam, masih juga tertunda mencucinya sampai lebih dari 24 jam. Iya, jorok banget yah. Ya maklum (meski saya juga gak paham sih apa yang harus dimaklumi dari kemalasan binti procrastinator ini).

Sebenarnya sudah lama saya berusaha mengurangi kebiasaan buruk saya itu. Berbagai resep saya coba. Tetap aja rajin cuma beberapa hari, setelah itu kambuh lagi. Setelah punya pacar, mendingan. Saya suka malu sama pacar kalau kemalasan saya berlebih. Tapi tetap, kerjakanlah besok apa yang bisa dikerjakan besok, masih menjadi spirit kemalasan saya.

Sampai saya baca di suatu artikel – entah, saya lupa, kalau nggak salah di artikel James Clear ini, tentang “2-Minutes Rule”. Apabila sesuatu bisa dikerjakan dalam dua menit, kerjakanlah. Nggak usah ditunda, nggak usah menunggu matahari terbit atau terbenam, nggak usah menanti pertanda. Just do it.

Dan resep itu, mujarab loh buat saya. Segalanya menjadi lebih sederhana.

Habis makan, cuci piring – nggak lebih dari dua menit. Baju kotor sudah waktunya dicuci, ambil dari keranjangnya – nggak lebih dari dua menit. Penuhi ember dengan air dan campur sabun cuci – nggak lebih dari dua menit. Taruh baju di ember dan rendam – nggak lebih dari dua menit, meski rendamnya sih untuk 15 menit, tapi untuk menaruh baju dan merendamnya, bentar toh? Got my point?

Demikianlah. Kebiasaan menunda-nunda saya sepertinya semakin menipis. Pekerjaan yang sepertinya berat, akhirnya terasa ringan karena saya memotong-motongnya dulu menjadi tipis.

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.