Tentang Hidup Teratur

by on

 

Tiba-tiba saya tersadar ritme keseharian hidup saya di Bali, jauh berbeda dengan ritme sewaktu di Jakarta.

Tiba-tiba saya kaget melihat betapa teratur hidup saya di Jakarta. Bangun pagi, ke kantor tanpa pernah telat, bekerja, makan siang tepat waktu karena tinggal pesan via office boy saja atau makan di Setiabudi Building yang tinggal ngesot dari kantor saya (atau waktu di Pulogadung, ya tinggal ngesot ke kantin laler di kompleks tvOne). Lalu bekerja lagi, terkadang ngopi-ngopi kalau bosen di kantor, sampai waktunya pulang. Kalaupun nongkrong sebelum pulang, paling nggak jam dua belas malam saya sudah ada di kamar. Siap untuk tidur. Dan keesokan harinya, ritme yang sama berulang kembali.

Saat weekend tiba, hari saya menjadi lebih sederhana. Bermalas-malasan di kamar sampai bosan, keluar ke mall cari makan atau belanja apa gitu, malam kembali lagi di kamar dan tidur. Selama setahun lebih saya di Jakarta, nggak pernah sekali pun saya clubbing.

Sederhana ya?

Begitu saya kembali ke Bali, ritme saya berubah total, kembali ke kebiasaan lama saya dahulu kala. Kerja 10-12 jam sehari, pulang tengah malam atau subuh, kurang tidur, makan nggak teratur.

Saya musti mendisiplinkan diri sendiri, mulai sekarang.

Mmmm, mulai Senin aja deh. Sabtu-Minggu ini saya mau beresin pekerjaan yang terlantar gara-gara seminggu kemarin mood swings kembali menghampiri saya tanpa terduga-duga.

Kerja secukupnya sesuai gaji (mengutip omongan seorang teman), makan teratur, tidur cukup.

Sederhana. Tapi artinya besar buat saya.

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.