Trik Mencatat Pengeluaran, Nggak Rempong Kok

by on

Berulang kali saya bilang, tangan saya seperti tangan Yesus habis disalib. Berlubang. Uang masuk langsung ngocor keluar tanpa berbekas. Padahal ya saya bukan orang kaya, mustinya uang itu dihemat-hemat, tapi kok ya berprinsip “hidup cuma sekali”, enteng banget ngeluarin duit.

Saya tahu kebiasaan itu nggak bagus. “Hidup cuma sekali”, memang. Uang nggak membawa kebahagiaan, benar. Tapi pas butuh makan, duit nggak ada itu, rasanya nyesek. Pas orang lain minta bantuan pas uang saya udah menipis, rasanya juga nyesek.

Makanya belakangan saya mengubah kebiasaan saya. Mulai menyisihkan uang buat asuransi. Mulai mikir sebelum mengeluarkan uang, nggak kayak dulu beli botol minuman enteng banget, padahal banyak kebutuhan lain yang masih ngantri.

Banyak artikel yang saya baca tentang bagaimana cara mengelola keuangan pribadi. Cuman ya sekedar saya baca aja. Praktiknya nol.

Kebanyakan menganjurkan kita untuk mencatat pengeluaran sehari-hari. Biar nanti ketahuan, pengeluaran kita terbesar buat apa. Dan pos pengeluaran mana yang bisa kita hemat. Lagi-lagi, anjuran itu nggak saya lakukan.

Sampai sebulan ini. Akhirnya saya nyerah, dan mencari trikmencatat pengeluaran. Karena saya orangnya lumayan techology savvy, pasti langsung cari aplikasi yang pas. Soalnya kalau suruh mencatat di buku atau notes, pasti ilang deh. Nyatet di Excel, juga pasti kelupaan atau males karena musti buka laptop dulu. Jadi saya memutuskan pakai aplikasi di smartphone saja, karena smartphone pasti saya bawa kemanapun, dan kalau mau pakai aplikasinya gampang banget nggak rempong musti ngidupin laptop.

Ternyata berjibun aplikasi untuk mencatat pengeluaran. Rata-rata sih bikinan luar. Akhirnya saya download “Expense Manager”. Alasannya, gratis. Dan nggak ribet makenya. Pos-pos pengeluaran sudah disediakan kategorinya. Kita bisa edit atau menambahkan catatan khusus. Kita juga bisa merancang budget, sehingga nanti day-to-day kelihatan pengeluaran kita masih sesuai plafon atau malah sudah over budget.

Ya meski masih bolong-bolong, boleh dibilang sampai hari ini rekapan saya jalan terus. Mendekati tanggal tua kayak gini, bahagia rasanya melihat saldo tabungan yang masih lumayan. Padahal ada beberapa pengeluaran tak terduga. Bahkan bisa saya bilang luar biasa, karena biasanya saldo nol, nggak bersisa untuk ditabung.

Intinya, selama ada kemauan, pasti bisa kok. Kalo nggak mau, nggak niat, ya jalan di tempat. Semoga saja, ini langkah awal buat saya, agar keuangan pribadi saya benar-benar termenej dengan baik.

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.