[Update] Antara Grab, Uber Dan Kamu

by on

Artikel saya tentang Grab dan Uber mendapat banyak kunjungan dan juga komentar baik yang langsung di kolom komentar maupun melalui email. Sudah waktunya saya update informasi terbaru tentang Grab, Uber dan… kamu? Hehehe.

Nggak usah berpanjang-panjang, berikut update informasi penting tentang Grab:

  • Per 28 Januari 2016, GrabTaxi melakukan rebranding menjadi Grab. Semua layanan mereka: GrabTaxi, GrabCar, GrabBike dan GrabExpress disatukan dalam satu bendera yaitu Grab.
  • Yang terpenting menurut saya nih, Grab sekarang sudah menerima pembayaran menggunakan Debit/Credit Card. Yayyy! Kalau kamu buka aplikasi Grab, di Menu sudah tertera “GrabPay” dan kamu bisa menambahkan informasi kartu kredit maupun kartu debit kamu. (Saya sih belum coba, jadi belum bisa komentar lebih banyak.)
  • Aplikasi Grab pun mengalami upgrade besar-besaran dengan visual yang lebih menyenangkan, dan lebih smooth tanpa lag ketika digunakan.

Dan berikut update informasi penting tentang Uber:

  • Kalau Grab menambahkan fitur pembayaran memakai kartu kredit, Uber nggak mau kalah dengan menambahkan pembayaran menggunakan cash! Jadi soal pembayaran, dua-duanya sudah menawarkan servis yang sama.
  • Logo dan ikon Uber berubah. Logo asli Uber menjadi lebih simple, sedangkan ikon yang dulu serupa huru “U”, kini menjadi seperti uang kepeng. Hehehe. Itu reaksi pertama saya ketika melihat logo Uber yang baru sih, beneran mirip uang kepeng. (Simak satu artikel tentang perubahan logo Uber di Techinasia.)
  • Yang ini sudah lama tapi saya masukkan saja sebagai update informasi ya: tarif Uber tidak termasuk uang tol. Jadi meskipun memilih bayar pakai kartu kredit, tetap kita harus bersiap-siap uang tunai seandainya rute yang kita pilih melalui jalan tol.
  • Aplikasi Uber terbaru sudah memiliki kolom “Pickup Details” di mana kita bisa memasukkan informasi untuk driver tentang penjemputan kita, misalnya: “jemput di lobby A”, “saya tunggu di ujung Gang Kelinci”, “jemput saya di hatimu ya!”.

Sebagai jawaban atas pertanyaan: bagaimana cara menghitung tarif Uber/Grab, ini saya sertakan screenshot dari official website Uber/Grab.

Dasar perhitungan tarif Grab
Sumber: https://www.grab.co/id/car/

 

Dasar perhitungan tarif Uber
Sumber: https://newsroom.uber.com/indonesia/id/jakarta-mari-kita-luruskan-fakta-yang-ada/

Sebagai ilustrasi, terakhir kali saya menggunakan Uber tanggal 10 Maret 2016, dengan jarak 14.05 km dan waktu tempuh 40 menit 45 detik, ongkos yang saya keluarkan total Rp. 43,000 dengan perincian:

  • Rental mobil: Rp. 3,000
  • Bahan bakar: 28,000
  • Driver: Rp. 12,000

Driver = waktu tempuh.

Jadi, Grab menggunakan perhitungan flat rate sedangkan Uber menggunakan perhitungan seperti argo taksi yang bisa berubah-ubah sesuai dengan jarak dan waktu tempuh.

Saya baru menyadari bahwa secara regulasi, Grab lebih ‘aman’. Mengapa? Karena menggunakan perhitungan flat rate seperti layaknya sewa mobil (meskipun sewa buat beberapa menit atau beberapa jam), mereka bisa berkilah bahwa Grab adalah persewaan mobil berbasis online, bukan taksi.

Sedangkan Uber, karena menggunakan perhitungan selayaknya taksi, bisa saja terjegal oleh peraturan pemerintah tentang penyelenggaraan angkutan umum. (Sumber: Infokomputer.com).

Saya pribadi sekarang menggunakan dua aplikasi ini secara bergantian. Faktor yang mempengaruhi pilihan saya antara lain:

  1. Ketersediaan mobil. Percuma dapat tarif murah tapi mobilnya nggak dapat-dapat.
  2. Bandingkan dulu estimasi harga di Uber dengan harga di Grab. Well, sebagai pelanggan, kita harus cerdas, bukan?
  3. Apakah saya familiar dengan rute yang saya tempuh? Kalau saya familiar, bagi saya Uber nggak masalah karena nggak ada resiko berputar-putar mencari jalan/alamat. Kalau rute itu asing bagi saya, saya pilih Grab karena kalaupun muter-muter pun saya nggak akan bayar lebih lha wong tarifnya flat kok.
  4. Peak hour alias jam sibuk atau bukan? Ini juga salah satu pertimbangan. Kalau peak hour, biasanya saya pakai Grab karena tarif Uber bisa jadi lebih mahal dengan surge pricing yang gila-gilaan, bisa sampai 3 kali lipat.

Nah, di atas update saya tentang Grab dan Uber. Karena judul artikel ini “[Update] Antara Grab, Uber dan Kamu”, tolong dong bagi-bagi update di kolom komentar tentang kamu dan dua layanan transportasi berbasis online ini. Apakah ada pengalaman yang menyenangkan? Mengesalkan? Atau masih belum tertarik dengan Grab dan Uber dan masih memilih taksi konvensional? Mengapa?

Oya, buat kamu yang belum install Uber, kamu bisa pakai promo code saya untuk mendapatkan “free rides” untuk penggunaan pertama. Lumayan ‘kan? Jadi, setelah kamu install Uber, pilih menu “Promotions” dan masukkan kode promo saya ini: qo2i3ue. (Kalau dieja jadinya: kyu-o-dua-i-tiga-u-e.) Nantinya kamu juga bisa share promo code kamu ke teman-teman kamu!

Promo Code Uber
Promo Code Uber

 

Update: Simak Peraturan Menteri Perhubungan No 32 Tahun 2016 dan bagaimana kelanjutan nasib Uber dan Grab?

You may also like

3 Comments
  1. Awan 2 years ago

    Thanks utk promo code nya ya 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published.