Catatan Akhir Tahun 2019

Catatan Akhir Tahun 2019

Tulisan ini pertama kali saya posting di akun Facebook saya untuk teman-teman terdekat saja. Akhirnya saya pikir, bolehlah saya taruh di Balepoint agar terarsip rapi.

Sudah di penghujung tahun ya. Time do flies. Beberapa teman sudah menuliskan catatan akhir tahun mereka, dan saya rasa, nggak ada salahnya saya menulis juga, meski 2019 masih menyisakan 1 hari dan siapa yang tahu apa yang akan terjadi sebelum tahun benar-benar berganti.


Singkat kata singkat cerita, tahun 2019 bukan tahun terbaik bagi saya.

Ada benarnya tahun 2019, tahun Babi, adalah ciong bagi saya yang ber-shio Babi ini. Percaya nggak percaya sih, tapi kalau saya sih percaya kita harus hidup selaras dengan alam, dan alam punya ritme sendiri yang harus kita ikuti.

Kesialan banyak terjadi. Dua kali ganti hape. Kacamata patah. Batere laptop njeblug. Charger laptop putus kabelnya. Ada saja kejadian sial yang rasa-rasanya baru saya rasakan tahun 2019 ini.

Rencana besar tertunda. Mimpi-mimpi seakan terkubur, menunggu waktu yang tepat untuk diwujudkan.

Namun kita nggak boleh berpasrah pada ramalan, bukan? Saya tetap melangkah. Meski tertatih-tatih namun pergerakan itu ada.

Tahun 2019 saya berhasil menyelesaikan kelas coding di Purwadhika, meski aplikasi impian masih juga di dalam kotak (tapi sudah mulai development, dibantu teman programmer yagn satu visi). Namun, paling tidak sekarang saya sudah lebih bisa membantu team di kantor, walaupun cuma lewat prototype HTML/CSS sederhana (dulu cuma bisa bikin wireframe pakai Axure doang, jadi bagi saya ini kemajuan pesat bagi saya pribadi).

Bersama tim kecil di kantor, kami berhasil menyelesaikan banyak project. Trust me, you’ll be surprised how many projects we have done! Booking engine yang kami luncurkan tahun 2013, berhasil terkoneksi dengan Siteminder. Dan kami sedang membangun versi baru baik untuk BackOffice, Extranet maupun Agent Client Site.

Oya, banyak yang belum tahu kalau sekarang saya sudah nggak ngurusin hotel lagi. Mangkanya sudah nggak banyak beredar seperti masa muda dulu. Sekarang saya seperti punya dunia baru, berkutat dengan system dan web development, meski masih tahap belajar dan akan selalu belajar.

Di luar perihal pekerjaan, ada yang saya sadari berubah dalam diri. Sekarang, saya lebih mementingkan diri sendiri. Egois? Mungkin. Tapi saya merasa, sudah cukup saya di masa lalu hampir selalu mementingkan kepentingan orang lain dan mengesampingkan kepentingan diri sendiri. Itu tidak sehat.

Alhasil, tahun ini saya lebih sering berkata “tidak”. Tidak seperti dahulu kala, di mana saya selalu mengiyakan ajakan orang. Selalu menyetujui anggapan orang. Selalu berusaha menyenangkan orang.

Dan sementara orang lain jadi senang karena aku iya-iya saja, kepentingan saya sendiri jadi terlantar. Saya nggak mau lagi kehilangan waktu karena itu.

Prinsip saya sekarang, nggak perlu mikirin perdamaian dunia. Kamu nggak akan kuat. Kalau setiap pribadi membahagiakan dirinya sendiri terlebih dulu, pada akhirnya dunia akan jadi lebih indah kok.

Terdengar kontradiktif? Nggak juga.

Jadi gini. Manusia yang bahagia, akan membahagiakan sekelilingnya juga. Sebaliknya, manusia yang demennya membahagiakan sekeliling padahal dia abai akan kebahagiaannya sendiri, trust me, di ujung perjalanan hidupnya dia akan merasa, yang dia buat selama ini itu percuma.

Terdengar egois ya versi terbaru diri saya ini? Ya gapapa. Tetap ada orang-orang yang merasakan sisi baik dari saya, dan dunia nggak perlu tahu itu.

Dan sebagai penutup, nggak afdol kalau nggak bicara soal asmara. Tahun ini, hubungan kami sudah memasuki tahun ke-6. Banyak yang terkagum-kagum (makasih, makasih), mengingat pribadi saya dulu kala adalah sangat njelehi dan sayapun sering malu mengingat kepedean dan kenorakan di masa lalu. Bukan berarti segalanya berlangsung baik-baik saja. Anniversary terpaksa kami rayakan di Bali saja (maaf ya, pacar, nggak bisa membawamu ke tempat eksotis impian). Bagi saya, setiap peristiwa memberi pelajaran yang membekali kita untuk jadi lebih baik.

Terima kasih untuk semuanya. Untuk segala pasang surut pertemanan, untuk setiap matahari terbenam yang kita lewatkan bersama, untuk setiap pertemuan baik yang terlaksana maupun masih dalam angan. Tahun 2020, tahun Tikus Logam, semoga jadi lebih baik bagi kita semua.

Terima kasih untuk para pengunjung setia blog ini. Terima kasih telah mampir dan membaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *