Ulasan: Sabtu Bersama Bapak (Adhitya Mulya, 2014)

Sabtu Bersama Bapak

Boleh dibilang terlambat sih mengulas buku karangan Adhitya Mulya ini yang terbit di tahun 2014. Terus terang waktu tahu si penulis cerita komedi ini merilis buku yang berjudul serius “Sabtu Bersama Bapak”, saya ragu untuk membelinya, dan akhirnya terdorong beli minggu kemarin ketika bengong di sebuah toko buku. Dan dalam semalam saya langsung menghabiskan buku setebal … Read moreUlasan: Sabtu Bersama Bapak (Adhitya Mulya, 2014)

Ulasan: Totto-chan’s Children

Sudah berbelas tahun silam saya membaca buku karya Tetsuko Kuroyanagi, “Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela” dan terpukau oleh dunia kanak-kanak yang polos dan menggemaskan yang diwakili oleh gadis kecil bernama Totto-chan. Saya selalu merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh siapa saja, jadi kalau kalian belum baca, silakan lari ke toko buku terdekat karena buku ini … Read moreUlasan: Totto-chan’s Children

Ulasan: “Telepon Pertama dari Surga” (Mitch Albom, 2013)

Saya penyuka tulisan Mitch Albom sejak “Tuesdays with Morrie”. Buku-bukunya berkisar seputar keyakinan manusia tentang hidup, mati dan apa yang ada di antara dan sesudahnya. Dia bertutur secara sederhana, dan saya penyuka kesederhanaan ini tentu mudah jatuh hati pada tulisannya. Seperti buku yang satu ini: “The First Phone Call from Heaven” (Indonesia: “Telepon Pertama dari … Read moreUlasan: “Telepon Pertama dari Surga” (Mitch Albom, 2013)

Ulasan: “Selingkuh” (Paulo Coelho, 2014)

Kutipan Paulo Cuelho Selingkuh

Buku pertama yang saya selesaikan baca di tahun 2015 berjudul “Selingkuh”, karya Paulo Coelho. Ya berhubung lagi ngirit budget, edisi terjemahan bahasa Indonesia pun tak mengapalah. Dan tak butuh waktu lama untuk melahap buku setebal 315 halaman ini. Setelah selesai, kesannya… campur aduk. Sedikit bingung, karena tumben tulisan Paulo Coelho nggak bikin saya tersentuh, dan … Read moreUlasan: “Selingkuh” (Paulo Coelho, 2014)

Tiga Buku, Tiga Sensasi

Minggu kemarin saya membeli tiga buah buku. Sudah lama sih nggak pergi ke toko buku, dan sudah terbiasa baca e-book, namun kali itu rasanya kangen pengin baca buku dengan benar-benar mencium baunya (bau buku baru itu khas), benar-benar membolak-balik kertasnya, jadilah saya membeli tiga buah buku. Tiga-tiganya karya penulis wanita. Saya mulai membaca buku yang … Read moreTiga Buku, Tiga Sensasi

Resensi “Wartawan Jadi Pendeta, Sebuah Otobiografi”

Sebenarnya ini bukan buku baru. Terbit pada bulan Mei 2013, “Wartawan Jadi Pendeta, Sebuah Otobiografi” ini baru minggu kemarin benar-benar saya beli. Ditulis oleh Putu Setia, nama pop mantan wartawan TEMPO yang sekarang bernama Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda, buku setebal 404 halaman ini lancar saya kunyah dan memberi banyak pelajaran buat saya. Sudah … Read moreResensi “Wartawan Jadi Pendeta, Sebuah Otobiografi”