Sedot WC Jakarta Selatan

Jasa Sedot WC dan Hal-Hal yang Sudah Selesai

Kali ini saya mau berkisah tentang satu hal yang beda banget sama yang biasa terpajang di blog ini. Gara-garanya tadi siang, saya sekrol-sekrol linimasa untuk cari ide menulis, lalu tertumbuk pada satu foto. Poster iklan jasa sedot wc yang tertempel di pohon. Pasti sering lihat lah ya. Kalau nggak dipakuin ke pohon, suka ditempel ke tiang listrik gitu.

Sebelum ini saya nggak pernah memikirkan dalam-dalam tentang sedot wc dan hal-hal yang berkenaan dengannya. Misalnya, sebut saja: tinja.


Selama ini saya tahunya ya buang hajat gitu aja. Tapi tidak pernah memikirkan, kemana sih perginya limbah yang kita keluarkan saat buang air besar dan kecil setiap hari?

Penampungan pertama jelas ya: septic tank.

Di rumah tapak, pembuatan septic tank setiap rumah harus dilaksanakan dengan seksama. Eh, bisa juga lho septic tank dibuat secara komunal, misalnya setiap lima rumah menggunakan satu septic tank.

Nah kalau septic tank penuh, otomatis harus dikosongkan (itulah pentingnya jasa sedot wc). Setelah itu, dikemanakan ya?

Ternyata limbah tinja yang diambil dari rumah-rumah, disetor ke Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja yang ada di setiap daerah.

Di sana, limbah tinja diolah melalui berbagai proses menjadi air bersih. Air ini bisa dipergunakan untuk menyiram tanaman, misalnya (tidak disarankan untuk diminum). Hasil pengolahan lainnya berupa pupuk tanaman.

Begitulah perjalanan singkat tinja selepas dari rumah kita.

Pertanyaan selanjutnya, kalau septic tank di rumah kita penuh, gimana?

Jawabannya jelas: sedot aja sampai septic tank-nya kosong kembali.

Dan jaman sekarang, nggak susah untuk cari jasa sedot WC. Kalau dulu musti nanya sana-sini atau buka Yellow Pages (fix kalau paham Yellow Pages, kamu setua saya).

Sekarang mah, tinggal googling aja. Dengan keywords seperti “jasa sedot wc di jakarta selatan”, misalnya.

Entah itu masalah wc mampet, atau septic tank sudah penuh, kita tinggal panggil jasa sedot wc ini.

Eniwei, sebenarnya kapan sih jasa ini kita perlukan? Masa’ nunggu septic tank penuh dulu, ‘kan nggak ada indikatornya ya selain tiba-tiba WC nggak bisa dipakai gitu.

Menurut para ahli per-septic-tank-an, untuk septic tank baru baiknya disedot setelah tiga tahun. Namun selanjutnya, setahun sekali harus rutin disedot untuk menghindari penggumpalan yang berlebihan.

Nggak perlu pusing sih, tinggal panggil jasa sedot wc apa susahnya yekan. Seperti jasa sedot wc di Jakarta Selatan yang melayani panggilan 24 jam yang saya temukan dari hasil googling ini. Mereka siap memecahkan masalah baik untuk WC tersumbat maupun septic tank penuh.

Sumber gambar: sedotwc-jakarta.id

Buat kalian yang tinggal di perumahan padat, nggak perlu ragu. Mereka punya alat khusus yang membuat mereka mampu menjangkau area perumahan padat. Klik di sini untuk dapatkan informasi selengkapnya.

Dari website jasa sedot WC tersebut, saya jadi tambah pengetahuan tentang seluk beluk penanganan limbah tinja di rumah. Bisa dapat tips untuk perawatan WC yang baik, kapan sebaiknya sedot wc dilakukan, alat apa saja, selengkapnya klik aja website mereka.

Saya jadi ingat bapak (almarhum). Ini om saya yang cerita sih. Katanya, pernah tuh WC kami mampet, dan bapak dibantu om membersihkan WC dari sumber kemampetan.

Selesai urusan, bapak mencuci tangan sampai bersih dan bertanya ke om dengan santai,”Kita makan siang di mana ya?”

Om saya jadi tertegun. Sesantai itu, setelah mengurusi WC mampet yang menjijikkan bagi banyak orang, langsung berniat makan seakan-akan aktivitas yang habis bapak lakukan itu macam berkebun gitu.

Tapi ya memang urusan tinja, WC, dan sejenisnya semestinya jangan membuat kita jijik ya. Itu ‘kan hasil produksi tubuh kita sendiri.

Mustinya kita bisa menganggap tinja itu hal yang biasa saja, sama seperti halnya kenangan dan hal-hal lainnya yang sudah selesai. Tidak usah didramatisir, melainkan disikapi saja dengan “it is what it is”. Ya toh?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *