Mengapa Kamu Begitu Membenci Saya?

Mengapa Kamu Begitu Membenci Saya?

Saya jarang sekali membenci orang, dan begitu saya benci pada orang, sekaligus saya benci pada diri sendiri karena membiarkan kebencian itu menguasai saya. Benci itu menguras energi. Energi yang semestinya bisa buat hal lain. Jadinya kontra produktif. Saya rasa lebih mudah memasang senyum ketika bertemu kenalan daripada membuang muka karena melihat orang yang kita benci.…

Tentang Kebencian

Tentang Kebencian

Ketika membaca ulang satu artikel lama ini, saya tertumbuk pada poin nomor delapan:┬áDon’t bother with hate; it’s not worth the effort. Terus terang saya sedang benci pada beberapa orang, benci pada situasi yang telah lalu, benci pada saya sendiri karena saya belum juga bisa mengenyahkan rasa benci itu. Saya benci pada mantan teman saya yang…