Prediksi Trending Topic di Indonesia Tahun 2016

by on

Tahun 2015 akan segera berakhir dan tahun 2016 akan segera datang kalau nggak didului kiamat. Lha iya ‘kan, tidak ada yang tahu kapan kiamat akan datang, bisa jadi setelah posting ini terbit, mendadak bumi binasa. (Wah kalau kejadian benar begitu, kejam amat Tuhan, posting saya belum ada yang baca sudah kiamat pula.)

Nah biasanya ‘kan banyak yang mengeluarkan ramalan, kejadian besar apa yang akan terjadi di tahun 2016. Atau, banyak pula yang berbagi hal yang sudah pasti, seperti libur nasional di tahun 2016. Saya mau bagikan saja prediksi tentang hot issue alias trending topic yang akan ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia di tahun 2016.

Sumber foto: liputan6.com (http://showbiz.liputan6.com/read/2173092/meme-jakarta-banjir-hebohkan-dunia-maya)
Sumber foto: liputan6.com (http://showbiz.liputan6.com/read/2173092/meme-jakarta-banjir-hebohkan-dunia-maya)

1. Banjir. Meski Ahok sudah berjanji kalau banjir di Jakarta Utara, tidak akan lebih dari enam jam, saya prediksi di bulan Januari dan Februari pas hujan lebat di Jakarta, banjir akan jadi trending topic. Apalagi pas mendekati Imlek. Ya, doakan saja banjir jadi trending topic tapi soal yang baik saja, misalnya banjir yang cepat surut sesuai janji Ahok.

2. Bulan Februari, kita bakal disibukkan oleh sliweran status “Valentine itu haram”. Bagi saya, ya silakan kalau mau anggap haram, yang penting saling menghormati saja antara yang mau ber-Valentine Ria atau yang mau cuek saja.

3. Gerhana matahari total. Sudah pada tahu ‘kan kalau gerhana matahari total bakal nyamperin Indonesia di tahun 2016? Tepatnya pada tanggal 9 Maret 2016. Pasti bakal pada heboh tuh, mulai dari bahasan keilmuan, bisnis (bakal banyak hotel fully book di lokasi yang terkena gerhana matahari total), sampai ke tafsiran mistis tentang gerhana yang terjadi. Ya namanya orang Indonesia getoh, kalau nggak berbau mistis sepertinya kurang afdol.

4. Kiamat sudah dekat. Bakal ada beberapa kejadian yang akan memancing komentar “kiamat sudah dekat”. Well, sejak ribuan tahun silam sudah banyak yang berujar demikian, toh kiamat belum datang juga. (Ampun Gusti, ini saya nggak nantang Gusti lho, ini cuma seloroh doang kok, suwer!)

5. Penertiban warung makan yang buka pada bulan Ramadhan. Kalau tempat maksiat sih, semua rakyat juga bakal setuju itu perlu dan harus ditertibkan. Tapi kalau warung makan yang buka pada bulan Ramadhan harus ‘ditertibkan’ apalagi dengan kekerasan, sepertinya berlebihan ya. Beberapa menganggap yang tidak puasa harus menghormati yang puasa, salah satunya ya jangan pamer makanan selayaknya bukan bulan puasa. Beberapa yang lain menganggap yang puasa juga harus menghormati yang tidak puasa, dan kalau semua warung tutup saat siang, nggak ada godaan lagi dong? Kurang afdol rasanya puasa tanpa godaan. Nah, mari kita lihat apakah isu ini akan mengemuka jelang dan selama bulan Ramadhan tahun depan.

6. Hilal. Kalau ini, rasanya setiap tahun selalu jadi trending topic jelang lebaran. Pernah dua mazhab besar di Indonesia, NU dan Muhammadiyah, menetapkan Hari Idul Fitri jatuh pada tanggal yang berbeda. Wah, berat resikonya dong kalau sudah masak opor, lantas ternyata Lebaran jatuhnya bukan besok melainkan lusa.

7. Kabut asap. Berkaca pada gilanya kabut asap tahun 2015 ini, tidak menutup kemungkinan isu asap akan laris lagi tahun depan. Ada dua kemungkinan: kabut asap kembali menggila sampai beberapa berteriak-teriak minta pertolongan Jokowi (semua salah Jokowi! begitu prinsip mereka), atau kabut asap memang bisa dikendalikan – tapi belum tentu Jokowi bakal dipuji (“yang salah pasti dia, yang baik belum tentu dia, emang siapa dia”, begitu pula prinsip mereka). Yah, kita berharap yang kedua saja ya yang terjadi, biar nggak ada cerita duka lagi, dan nggak malu karena dianggap mengimpor asap ke negeri tetangga.

8. Mengucapkan “Selamat Natal” itu haram. Jadi gini, tahun 1988 saat saya masih duduk di kelas tiga SMA (iye, sudah saya bilang ‘kan saya sudah tua?), sudah beredar selebaran tentang larangan mengucapkan “Selamat Natal” pada teman-teman Kristiani. Dan sekarang tahun 2015, dan juga tahun-tahun sebelumnya, isu seperti itu selalu saja hadir di bulan Desember jelang Natal. Saya prediksi tahun 2016, isu ini masih akan jadi topik yang tetap mengemuka. Pada nggak bosan apa ya?

9. Isu-isu politik. Wah kalau ini gampang-gampang susah prediksinya, karena politikus Indonesia itu merasa lihai banget sampai kadang kita tercengang oleh langkah-langkah mereka. Yang jelas, perseteruan antara kaum pecinta Presiden Jokowi vs Jokowi-haters juga nggak akan selesai-selesai, saya rasa sampai pilpres berikutnya deh. Plus kelucuan-kelucuan yang diluncurkan dari gedung DPR, nggak bakal ada habisnya. Dan tentu saja, isu primadona seperti Freeport, bakal jadi ‘gorengan’ asik oleh berbagai pihak. Sebagai penghibur rakyat jelata seperti saya, pastinya sepak terjang Ahok tetap mewarnai berita sepanjang tahun.

10. Naik turunnya USD terhadap Rupiah. Wah kalau ini agak di luar jangkauan saya, tapi sepenerawangan saya, apapun isu yang dihembuskan oleh pihak tertentu, bakal laku di pasaran lalu semuanya ikut ribut. Saya sih, bersyukur sajalah, yang penting masih bisa beli makan, meskipun kalau biasanya nasi pakai lauk ayam terus harus ganti spaghetti carbonara.

Skrillex DWP 2015
Sumber foto: instragram.com/skrillex

11. Ultra Bali & DWP. Dari dunia rave party, kita masih ingat dong hebohnya Ultra Bali 2015. Heboh dalam arti dihujat sana-sini karena line up-nya kacau dan mahalnya tiket nggak kira-kira. Pun Skrillex tidak menyinggung Ultra Bali 2015 di akun medsosnya baik itu Facebook maupun Twitter. Beda dengan DWP 2015, Skrillex puas banget dengan audiens Jakarta sampai beliau share lewat Facebook dan Twitternya. Nah, akankah di tahun 2016, Ultra Bali mengulang kebodohan yang sama? Akankah DWP 2016 sama pecahnya? Kita nantikan jawabnya setahun lagi. (Lama bet yak!)

Sebelas topik rasanya sudah cukup ya? Sudah komplit pula dari soal banjir sampai Skrillex, yekan. Kalau mau dilanjutkan, wah nggak bakal berhenti, karena tipikal orang Indonesia demen banget ribut soal topik apa saja. Begitu ada satu topik muncul di media sosial, lalu di-share ramai-ramai (terkadang tanpa dicek kebenarannya), lalu ditambah ada pihak yang ‘menggoreng’, jadilah trending topic.

Terinspirasi dari kata-kata bijak, saya nggak minta ke Tuhan kalau Indonesia aman tenteram damai sepenuhnya. Saya cuma minta ke Tuhan, berilah saya kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi di Indonesia. Misalnya Rupiah melemah dan ekonomi jadi sulit, cukuplah saya diberi kenaikan gaji sehingga saya kuat menghadapi harga-harga yang melambung tinggi.

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.