[30DMC] Day 02 – The Last Movie You Watched: Sing (2016)

by on

 

Baiklah! Ini hari kedua dari 30 Days Movie Challenge dan saya wajib menulis tentang “the last movie you watched”. Dan jawabnya adalah: “Sing” (2016). BTW ini tentang film yang terakhir saya tonton di bioskop ya. Kalau yang via streaming, sepertinya nggak asik buat dibahas.

Di suatu hari libur yang kebetulan jatuh pada hari Senin, terjadilah percakapan nggak penting ini.

Saya: Beb, ada film bagus apa ya di bioskop?
Pacar: Ada, Headshot!
Saya: *pasang muka ketekuk karena saya paling nggak bisa nonton film berdarah-darah*
Pacar: Ada Sing tuh, check aja di 21cineplex.com

Cuma butuh semenit untuk saya memutuskan: yuk, nonton!

“Sing” ini film animasi (ada 3D nya juga) yang diproduksi oleh Illumination Entertainment. Itu, company yang menelurkan Despicable Me.

Cerita singkatnya sebagai berikut (no spoiler babarblas).

Buster Moon, seorang koala (eh, sounds wrong ya?) adalah pemilik teater musikal yang optimis meskipun dirundung kegagalan. Sebagai upaya terakhir untuk meraih kejayaan yang dia idamkan, Buster Moon mengadakan singing competition berhadiah USD 1,000. Sialnya, pas asisten dia yang loyal namun sering copot bola matanya (err) mau mencetak selebaran kompetisi tersebut, secara tidak sengaja selebaran tercetak dengan hadiah USD 100,000. Wow banget ‘kan?

Dengan hadiah sebesar itu, pantaslah bila kompetisi diminati banyak peserta. Macam American Idol atau Indonesian Idol dah. Audisi dilaksanakan dan Buster Moon mendapatkan talent dengan bermacam ragam karakter dan latar belakang. Misalnya: Rosita adalah seorang ibu rumah tangga. Mike, musisi jalanan yang ambisius. Plus Johny, Gunter dan Ash (siapa mereka, tonton sendiri filmnya ya!). Belakangan, bergabunglah si Meena, gajah bersuara emas namun pemalu di atas panggung.

Cerita bergulir dengan segala kerempongan Buster Moon melatih anak didiknya. Terbuka fakta bahwa hadiah yang dijanjikan Buster Moon bukanlah USD 100,000 melainkan hanya USD 1,000. Mampukah Buster Moon mewujudkan impiannya? Bukan sulap bukan sihir, tonton sendiri filmnya!

*****

Beberapa ulasan yang saya baca mencerca Sing sebagai film yang mengecewakan. Kasar. Tidak layak tonton oleh anak kecil (oleh MPAA dikasih rating “PG for some rude humor and mild peril” alias mengandung lelucon kasar dan “bahaya ringan” sehingga anak harus didampingi orang tua saat menonton).

Bagi saya yang adalah penikmat film apa adanya, film ini menghibur sangat. Sepanjang film kita disuguhi lagu-lagu yang dinyanyikan oleh karakter binatang dengan penampilan yang terkadang impersonate artis aslinya. Pun kelucuan-kelucuan hadir, dari mulai yang garing sampai yang benar-benar lucu.

Film animasi bertema kehidupan binatang yang selayaknya manusia memang sudah lazim. “Zootopia”, misalnya. Toh bagi saya “Sing” nggak membuat saya bosan, meskipun ada yang sinis bilang ini seperti Kermit The Muppets aja.

Ada pengulas yang nggak puas dengan opening scene yang dianggap biasa dan nggak istimewa. Bagi saya nggak masalah karena ya nggak semua film harus dibuka dengan adegan yang baru (tidak ada yang baru di atas permukaan bumi, begitu kata Pengkhotbah).

Favorit saya pastinya si Gunter, karena saya piggy lover dan Gunter adalah babi ngondek yang lentur badannya saat menari-nari. Nggemesin deh!

Sumber: www.singmovie.com

Dan ini trailer film “Sing”.

“Sing” memperingatkan saya tentang kerja keras, pantang menyerah, semangat memupuk percaya diri agar tampil tanpa ragu. Jadi, nggak diragukan lagi, saya suka film ini!

Sekian dan sampai jumpa besok di hari ketiga 30 Days Movie Challenge!

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.