Aplikasi Yang Ada Di Hape Saya: Penting Nggak Penting!

by on

Beberapa teman sibuk berbagi di Path tentang isi dari tas yang biasa mereka tenteng sehari-hari. Berhubung saya orangnya mah biasa-biasa saja, nggak ada sih yang nge-tag ke saya untuk minta share apa isi tas saya. Tapi, saya jadi terinspirasi untuk menulis artikel ini. Bukan, bukan tentang isi tas saya, tapi tentang aplikasi apa yang ada di handphone saya. Yah, siapa tahu bisa menginspirasi para pembaca yang budiman. Selain apps bawaan, berikut apps yang ada di hape Android saya:

1. Media sosial
Ini saya gabung saja jadi satu, daripada dibikin item sendiri-sendiri nantinya kepanjangan. Sebagai makhluk kekinian, harus dong di hape saya ada: Path, Facebook, Twitter, Ask.fm, Instagram dan Tumblr. (Trus saya tersadar, nggak kekinian banget deh saya, masa’ nggak maen Snapchat atau Periscope. Yasudahlah.)

2. Online shop
Saya belanja cuma pas butuh saja, jadi cuma apps Tokopedia & Bukalapak yang saya punya. Sebenarnya nggak cuma buat belanja, tapi buat cari ide juga. Dari daftar barang-barang yang ada di sana, bisa lho dapat ide mau menulis tentang apa, atau buat motivasi: kalau dia bisa jual barang kayak gini, masa’ saya nggak bisa?

Sumber foto: dailysocial.net
Sumber foto: dailysocial.net

3. Transport
Cuma ada Uber dan GrabTaxi. Mmm, tolong jangan hujat saya sebagai orang yang tidak cinta “karya anak bangsa”. Bagi saya selaku konsumen, pastinya saya memilih apa yang nyaman buat saya.

4. Travel
Ternyata ada apps Tiket.com, Booking.com, Hotel Quickly, NIDA Rooms. Yang terakhir itu ada hubungannya dengan pekerjaan sih, buat riset gitu. Oya, saya masukkan juga apps Citilink di sini yah.

5. Messenger
Dulu pernah install Path Talk, tapi lantas uninstall karena kepenuhan dan rata-rata teman yang ada di Path pasti sudah punya nomor hape saya jadi percumalah. Yang sekarang masih berguna cuma BBM, Whatsapp, Line, Facebook Messenger dan Skype.

6. Navigasi
Google Maps, sudah pasti ada. Waze, meskipun update terus tapi jarang saya pakai, ngabisin baterai saja. Oh ya, saya install Compass juga, bukan apa-apa, biar kalau ada yang minta petunjuk arah kiblat, saya bisa bantu jawab.

7. Keuangan
Pernah nih niat banget mencatat segala pengeluaran sampai ke detil-detilnya, install deh Expense Manager. Bertahan beberapa bulan sih, habis itu lupa ditelan kesibukan. Hmm, mungkin ada baiknya di tahun 2016 nanti saya mulai rajin lagi biar keuangan nggak bocor bocor bocor. Oya, apps XE perlu juga lho, biar kalau traveling ke luar negeri, bisa selalu update kurs yang berlaku saat itu.

8. Browser
Selain Google Chrome, saya juga install Opera Mini. Soalnya ada beberapa situs yang ehm yang nggak bisa dibuka di Chrome, ajaibnya bisa lho dibuka di Opera Mini.

9. Buku
Ceritanya mau install Scribd biar bisa baca buku di mana saja. Selain enteng, koleksinya juga lengkap banget. Setelah gratis 14 hari, harus bayar sih, tapi USD 9 worth it lah dengan banyaknya buku yang tersedia. Saya juga install UB Reader, kalau yang ini niatnya memang cari yang gratisan sih.

scribd homepage

10. Organizer
Saya senang pakai Trello karena ringan dan praktis. Berbagai kegiatan atau proyek saya manage lewat board Trello ini. Cobain deh!

11. Game
Berhubung sudah nggak maniak game, yang tersisa cuma CoC dan Duel Otak (Premium). Duel Otak aja nggak nyampe sebulan setelah jadi Premium, sudah bosan. Habis, pertanyaannya itu-itu saja.

12. Edukasi
Jadi saya ini ‘kan niat belajarnya tinggi banget, makanya install Udemy. (Perkara niat tinggal niat, ya selalu ada hari esok untuk memperbaikinya menjadi tindakan, bukan?)

13. Foto
Saya nggak gitu telaten untuk mengedit foto di hape, jadi yang ada di saya yang standar saja: VSCO & Photo Collage.

14. VPN
Terpujilah teman yang memperkenalkan saya pada apps TunnelBear ini.

TunnelBear Free VPN

15. Lain-lain
Secara acak ini apps yang kategorinya campur-campur:

  • CamCard: sebenarnya praktis nih buat scan kartunama dan langsung menyimpannya sebagai contact, daripada mengetik ulang yekan.
  • BimaTri: sebelum saya pasang internet kabel di rumah, andalan saya ya modem pakai kartu Tri yang murah meriah. Dan pakai apps ini jadi praktis untuk isi ulang, bisa pakai kartu kredit lagi, berguna banget ‘kan kalau tengah malam kehabisan kuota, masa’ iya mau bela-belain ke ATM.
  • Chinese Lite: Kalau ini saya install pas setahun bisa 4 x ke Taiwan, sok-sokan mau belajar Chinese gitu.
  • Polyvore: lumayan lho mainan ini kalo pas bosen bingung mau ngapain atau mati gaya.
  • Quotho: Penting nih buat create quote pujaan sejuta pemirsa, praktis tinggal bikin dan share ke berbagai media sosial.

Dari sekian banyak apps di atas, ada beberapa yang jarang saya buka. Biasanya sih, kalau memang nggak perlu banget, mending saya hapus daripada menuh-menuhin hape. Toh kalau perlu, kapan saja bisa di-install. Yekan?

You may also like

Leave a Comment

Your email address will not be published.