Mau Jadi Influencer? Belajar Dari Kasus Ini Agar Tidak Menerima Penolakan Mentah-Mentah

  Dua hari yang lalu, saya tertambat pada satu cuitan di linimasa saya, berjudul rada bombastis: “Luxury Dublin Hotel Bans All Social Media Influencer“. Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia hospitality, dan lumayan melek soal social media meskipun bukanlah seorang influencer, pastilah berita ini menarik perhatian saya. Begini ceritanya soal drama Paul – Elle Darby… Lanjutkan membaca Mau Jadi Influencer? Belajar Dari Kasus Ini Agar Tidak Menerima Penolakan Mentah-Mentah

Diterbitkan
Dikategorikan dalam ulasan

Ulasan: “Beauty & Sadness”, Yasunari Kawabata (1964)

  “Beauty & Sadness” adalah perkenalan pertama saya dengan penulis dari Jepang, Yasunari Kawabata. Awalnya dikirimi hadiah oleh teman saya di tahun 2000an. Saat itu yang edisi bahasa Inggris. Perkenalan pertama itu begitu berkesan sampai kemudian saya ngefans dengan Yasunari Kawabata dan mulai membaca karya-karyanya yang lain. Yasunari Kawabata adalah peraih Nobel Sastra tahun 1968,… Lanjutkan membaca Ulasan: “Beauty & Sadness”, Yasunari Kawabata (1964)

Diterbitkan
Dikategorikan dalam ulasan

[Ulasan Film] Ziarah (2016) – Film Sederhana dengan Plot Yang Tidak Sederhana

  Kemarin Jumat saya nonton “Ziarah” meski agak tidak terencana. Karena bioskop yang menayangkan film Indonesia ini terbatas, saya dengan pacar dan teman menonton di Blok M Square. Lumayan murah, Rp. 35.000,- saja. Meski saya sudah mendengar dan membaca “Ziarah” seliweran di berbagai media terutama media online, saya menonton dengan bekal minim. Maksud saya, saya cuma… Lanjutkan membaca [Ulasan Film] Ziarah (2016) – Film Sederhana dengan Plot Yang Tidak Sederhana

Diterbitkan
Dikategorikan dalam ulasan

Ulasan: “Mata Hari” (Paulo Coelho, 2016), Mata-mata Yang Terjebak

Ketika melihat buku Paulo Coelho di rak, apalagi judulnya “Mata Hari” (edisi terjemahan bahasa Indonesia), nggak pakai pikir panjang saya langsung beli. Sebagai penggemar Paulo Coelho, saya pengin tahu gimana dia menceritakan kisah Mata Hari, yang konon adalah mata-mata ganda saat Perang Dunia I. Dan buku setebal 192 halaman ini cukup berhasil menyajikan cerita lain tentang… Lanjutkan membaca Ulasan: “Mata Hari” (Paulo Coelho, 2016), Mata-mata Yang Terjebak

Diterbitkan
Dikategorikan dalam ulasan

Ulasan: “Sang Penjaga Waktu” (Mitch Albom, 2012), Mempertanyakan Waktu

  Waktu jalan-jalan ke Gramedia minggu kemarin, saya menemukan buku karangan Mitch Albom ini dalam edisi bahasa Indonesia. “Sang Penjaga Waktu” alias “The Time Keeper” ternyata sudah dirilis tahun 2012. Oya, Mitch Albom ini pengarang yang sama dengan “Telepon Pertama Dari Surga“. Seperti judulnya, buku fiksi ini bercerita tentang waktu. Semacam dongeng versi Mitch Albom… Lanjutkan membaca Ulasan: “Sang Penjaga Waktu” (Mitch Albom, 2012), Mempertanyakan Waktu

Diterbitkan
Dikategorikan dalam ulasan

Hidden Figures (2016): Film Wajib Tonton Terutama Buat Kaum Bumi Datar

Kemarin malam kami menonton Hidden Figures di Plaza Senayan XXI. Nggak ada pilihan lain, cuma Plaza Senayan XXI yang masih menayangkan film yang direkomendasikan banget oleh seorang teman baik. Teman kami bilang, film ini wajib tonton, benar-benar menyentuh hati dan membuka pikiran. Dan benar. Bagi saya, film yang bagus adalah film yang merangsang pikiran sehingga seusai… Lanjutkan membaca Hidden Figures (2016): Film Wajib Tonton Terutama Buat Kaum Bumi Datar

Diterbitkan
Dikategorikan dalam ulasan

Chitato Rasa Mie Goreng: Apakah Enak + Enak = Enak Banget?

Chitato Rasa Mie Goreng

Akhir Januari 2016, (sebagian masyarakat) Indonesia dihebohkan oleh cuitan @axtonsalim yang dilengkapi dengan foto Chitato Rasa Mie Goreng. Chitato, siapa yang enggak tahu. Indomie apalagi, sudah seperti makanan pokok aja bagi banyak orang Indonesia. Dua-duanya dipadukan? Pasti emejing rasanya! Betulkah? Tentu cuitan @axtonsalim mengundang banyak komentar. Linimasa berbagai media sosial mulai diwarnai dengan Chitato Rasa… Lanjutkan membaca Chitato Rasa Mie Goreng: Apakah Enak + Enak = Enak Banget?

Serat Centhini Jilid 1: Kisah Pelarian Putra-Putri Sunan Giri

Sudah berbelas tahun silam saya mengidamkan membaca Serat Centhini. Di satu pameran buku, saya hanya bisa ngiler melihat teman saya memborong semua jilid Serat Centhini (saya lupa versi yang mana, sepertinya versi hasil pelatinan oleh Yayasan Centhini). Awal tahun ini, ketika mencari bahan bacaan di Gramedia, saya tertumbuk pandang pada Serat Centhini dan serta merta keinginan saya… Lanjutkan membaca Serat Centhini Jilid 1: Kisah Pelarian Putra-Putri Sunan Giri

Ulasan: “Nyai Gowok” (2014), (Bukan) Novel Kamasutra Dari Jawa

Kalau buku pertama yang saya baca tahun 2015 adalah buku karya Paulo Coelho, “Selingkuh”, buku pertama yang saya baca tahun 2016 ini adalah “Nyai Gowok” karya Budi Sardjono, terbitan DIVA Press, 2014. Impulsif saja sih belinya, karena lagi pengin baca buku yang bukan e-book dan pengin cerita yang bukan chicklit dan sejenisnya. Tertumbuklah pada cover… Lanjutkan membaca Ulasan: “Nyai Gowok” (2014), (Bukan) Novel Kamasutra Dari Jawa

Diterbitkan
Dikategorikan dalam ulasan

Ulasan: The Sintesa Jimbaran, Pesona Baru Di Puncak Bukit

Teasina welcome drink - secret recipe of The Sintesa Jimbaran

Kunjungan ke Bali awal Desember 2015 ini adalah kunjungan pertama setelah saya pindah dari Bali tujuh bulan lalu. Baru juga sebentar, tapi perubahan yang saya lihat di Bali lumayan banyak, termasuk bertambahnya hotel baru di berbagai area. Salah satunya The Sintesa Jimbaran. Dari rencana menginap semalam, akhirnya saya extend menjadi dua malam karena malas pindah. Iya,… Lanjutkan membaca Ulasan: The Sintesa Jimbaran, Pesona Baru Di Puncak Bukit