Kemelut Twitter Tahun 2022

Elon Musk dan Kemelut Twitter Tahun 2022

Twitter bikin heboh di tahun 2022. Bukan hanya karena cuitan pengguna yang sering kontroversial (kalau itu sih sudah pasti, ya), tapi karena berita seputar korporasi yang didirikan oleh Jack Dorsey tahun 2008 ini.

Ada satu nama yang memegang peranan dalam gonjang-ganjing Twitter.

Elon Musk.

Tokoh satu ini makin meroket popularitasnya di Indonesia, karena beberapa kali dia bertemu dengan pejabat tinggi Indonesia dalam upaya merumuskan investasi. Bahkan, Elon Musk pernah bertemu dengan Presiden RI, Joko Widodo, dan dengan santainya memakai kaos hitam sembari mengajak Pak Jokowi berkeliling pabrik Tesla.

Nah, apa saja sih ulah Elon Musk yang terkait dengan Twitter?

Dari berbagai sumber, saya rangkum kronologis di bawah ini.

Kronologi #TwitterLayoffs

31 Januari 2022: Musk mulai membeli saham Twitter sedikit demi sedikit setiap hari. Hingga pertengahan Maret, saham dia di Twitter sudah mencapai 5%.

26 Maret 2022: Musk mencuit bahwa dia serius ingin membangun alternatif Twitter, mempertanyakan komitmen Twitter terhadap kebebasan berbicara, dan apakah Twitter merusak demokrasi. Secara pribadi, Musk juga mendekati anggota dewan direksi Twitter yang juga teman baiknya, Jack Dorsey. Dorsey merupakan salah satu pendiri Twitter.

27 Maret 2022: Musk memulai percakapan dengan CEO dan anggota dewan Twitter tentang kemungkinan dia bergabung, baik secara pribadi ataupun sebaliknya, memulai persaingan dengan Twitter.

4 April 2022: Dengan cepat, Musk menjadi pemegang saham terbesar Twitter setelah mengakuisisi 9% saham, atau 73,5 juta saham senilai USD 3 miliar.

5 April 2022: CEO Twitter, Parag Agrawal, menawari Musk kursi di dewan direksi Twitter dengan syarat mengumpulkan saham perusahaan tidak lebih dari 14,9%.

9 April 2022: Hubungan yang terjalin singkat antara Agrawal dan Musk langsung memburuk setelah Musk mencuit, “Apakah Twitter sekarat?”

11 April 2022: CEO Twitter Parag Agrawal mengumumkan Musk tidak akan bergabung dengan dewan.

14 April 2022: Twitter mengungkapkan dalam pengajuan sekuritas bahwa Musk telah menawarkan untuk membeli perusahaan tersebut secara langsung seharga $44 miliar.

15 April 2022: Menghadapi perlawanan, Dewan direksi Twitter dengan suara bulat mengadopsi kebijakan “pil beracun” sebagai tanggapan atas tawaran yang diajukan Musk, mencoba untuk menggagalkan langkah Musk untuk memiliki Twitter.

21 April 2022: Musk menyiapkan pendanaan $ 46,5 miliar untuk membeli Twitter. Para petinggi Twitter berada di bawah tekanan untuk bernegosiasi.

25 April 2022: Musk mencapai kesepakatan untuk membeli Twitter seharga $44 miliar dan menjadikan perusahaan itu privat, dengan misi untuk menjaga kebebasan berbicara.

29 April 2022: Musk menjual saham Tesla sekitar $8,5 miliar untuk membantu mendanai pembelian Twitter.

5 Mei 2022: Musk memperkuat tawarannya untuk membeli Twitter dengan komitmen lebih dari $7 miliar dari berbagai kelompok investor termasuk tokoh Silicon Valley, seperti co-founder Oracle Larry Ellison.

10 Mei 2022: Sebagai petunjuk tentang bagaimana dia akan mengubah Twitter, Musk mengatakan dia akan mencabut larangan Twitter terhadap mantan Presiden Donald Trump setelah serangan 6 Januari 2021 di US Capitol. Dia menyebut larangan itu sebagai keputusan yang buruk secara moral dan sangat bodoh.

13 Mei 2022: Pernyataan mengejutkan dari Musk datang untuk membekukan proses pembelian Twitter. Dia perlu memastikan jumlah spam dan akun bot. Sementara itu, saham Twitter jatuh dan saham Tesla rebound tajam.

6 Juni 2022: Musk mengancam akan mengakhiri perjanjian senilai $44 miliar untuk membeli Twitter, menuduh perusahaan tersebut menolak memberikan informasi yang dia minta tentang akun bot spam-nya.

8 Juli 2022: Musk mengatakan dia akan membatalkan tawarannya untuk membeli Twitter setelah perusahaan gagal memberikan informasi yang cukup tentang jumlah akun bot.

12 Juli 2022: Twitter menuntut Musk untuk memaksanya menyelesaikan kesepakatan.

19 Juli 2022: Seorang hakim Delaware mengatakan perselisihan hukum antara Musk dan Twitter akan diadili pada Oktober mendatang.

23 Agustus 2022: Seorang mantan kepala keamanan siber di Twitter menuduh perusahaan itu menyesatkan regulator tentang pertahanan keamanan sibernya yang buruk dan kelalaiannya dalam mencoba membasmi akun palsu dan menyebarkan informasi yang salah. Musk akhirnya mengutip pelapor sebagai alasan baru untuk membatalkan kesepakatan Twitter-nya.

5 Oktober 2022: Musk menawarkan untuk melanjutkan proposal aslinya untuk membeli Twitter seharga $44 miliar. Twitter mengatakan akan menutup transaksi setelah menerima tawaran Musk.

6 Oktober 2022: Hakim Delaware menunda persidangan yang akan diadakan pada 17 Oktober hingga November untuk memberi kedua belah pihak waktu hingga 28 Oktober mencapai kesepakatan.

20 Oktober 2022: The Washington Post melaporkan bahwa Musk mengatakan kepada calon investor Twitter bahwa ia berencana untuk memberhentikan 75% dari 7.500 karyawan perusahaan.

26 Oktober 2022: Musk memposting video dirinya memasuki markas Twitter membawa wastafel, yang menunjukkan bahwa kesepakatan itu akan diselesaikan.

27 Oktober 2022: Setelah berhasil mengambil alih Twitter, Elon Musk memecat petinggi Twitter, termasuk CEO Parag Agrawal, CFO Ned Segal, General Counsel Sean Edgett, dan Policy Head Vijaya Gadde. Keesokan harinya, Chief Customer Officer Personette dan Chief People and Diversity Officer Dalana Brand mengonfirmasikan pengunduran diri mereka.

3 November 2022: Tengah malam, laporan dari pegawai Twitter mulai bermunculan. Mereka mencuit bahwa mereka kehilangan akses ke email perusahaan. Gelombang PHK besar-besaran dimulai di Twitter.

16 November 2022: Musk mengirimkan email kepada seluruh karyawan yang tersisa, bahwa mereka diharapkan bekerja paling tidak 40 jam di kantor. Dengan kata lain, WFH sudah tidak diperbolehkan – kecuali untuk beberapa kasus dengan izin khusus dari Musk.

And the rest is history.

Apakah Twitter Baik-Baik Saja?

Banyak yang menghujat Elon karena tindakannya yang dingin dan tanpa perasaan. Namun, banyak juga yang memuji Elon Musk karena ketegasannya.

Beberapa orang mencuit,” Dari 7.500 karyawan, Musk memecat sepertiganya hingga tersisa 2.500 karyawan. Dan Twitter baik-baik saja. Apa yang dilakukan oleh mereka yang terkena #TwitterLayoffs itu, sebenarnya?”

Bagi saya, pernyataan di atas adalah sebuah penyederhanaan yang mudah dipatahkan.

Twitter baik-baik saja sekarang, karena semua program telah dikembangkan. Tentu saja tidak butuh banyak orang untuk melakukan pemeliharaan semata.

Ibaratnya, saat jalan tol ratusan kilometer dibangun, berapa ribuan kuli yang membangun jalan tol tersebut? Dan ketika jalan tol mulai digunakan, tentu saja kita tidak butuh kuli lagi. Kita hanya perlu pegawai untuk melakukan patroli, menjaga pintu tol (bahkan sekarang sudah digantikan oleh e-toll), dan kerja administratif di kantor.

Pahit, memang. Memang sesungguhnya kita ini tidak lebih dari kuli. Pekerja kasar, meskipun terbalut oleh pekerjaan di bidang teknologi informasi.

Dan hukum ini tetap berjalan tidak peduli kita setuju atau tidak: Everyone is replaceable.

Saya sendiri mengagumi Elon Musk dengan baik dan buruknya. Belajar dari masa lalu, tidak ada seorang pun yang sempurna, sehingga baiklah kita menaruh rasa kagum itu sejumput saja.

Yang jelas, Twitter sekarang makin meriah. Keputusan Elon Musk untuk mengutip biaya sebesar USD 8 untuk verified account (ditandai dengan tick biru di samping nama kita), mengundang pro dan kontra.

Kita mah enjoy aja, yah. Semakin banyak meme bertebaran, termasuk dari Elon Musk yang memang jauh sebelumnya suka banget berbagi meme receh.

Hari-hari belakangan ini, kembali Elon Musk bikin geger dengan gaya kepemimpinan dia. Saya akan bahas di tulisan mendatang, ya!


Posted

in

,

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *