Peluang Bisnis online masa pandemi

5 Jenis Peluang Bisnis Online di Masa Pandemi (No Tipu-Tipu, No Quick Rich Scheme)

Tulisan ini sebenarnya sambungan postingan sebelumnya tentang bertahan hidup selama pandemi. Tapi yang ini lebih taktis sifatnya seputar peluang bisnis online yang bisa kita jalankan di masa pandemi. Saya harap bisa berguna bagi kalian yang kehilangan pekerjaan, ataupun kena potong gaji, sehingga perlu mencari sumber nafkah baru atau tambahan penghasilan.

Mari kita bicara soal peluang in general.


Boleh dibilang peluang yang tersedia tidak terbatas.

Tentu saja, berlimpahnya peluang itu harus kita sortir dan memilah mana yang bisa kita jalankan sesuai kemampuan.

Saya nggak masukkan minat atau passion di sini ya. Karena itu sebenarnya nggak relevan dalam soal bisnis online. Anggap saja passion kita adalah “menghasilkan uang dari bisnis online” jadi meskipun kita nggak gape soal otomotif misalnya, kita akan tetap terdorong untuk menekuni otomotif demi passion “menghasilkan uang” tadi.

Yang terpenting bagi saya adalah sejauh mana kita mampu mengolah peluang tersebut.

Dan saya juga nggak akan masukkan di sini produk-produk yang menawarkan skema kaya dalam waktu singkat. Meskipun saya percaya produk semacam itu ada, tapi jarang banget dan biasanya butuh modal gede yang bahkan sampai ratusan juta.

Jadi di sini saya akan bahas peluang yang masuk akal saja yang sesuai dengan misi kita untuk bertahan hidup selama pandemi.

Menurut hemat saya, semua kegiatan untuk mendapatkan uang – termasuk secara digital atau yang online-online itu – pada dasarnya adalah kegiatan jual beli.

Dan apa yang bisa kita jual, itu macam-macam. Yang tangible maupun intangible. Yang terlihat sebagai produk fisik, maupun yang tidak berwujud materi seperti produk jasa.

Semua bisa dirangkum dalam 5 kategori di bawah ini. Silakan pilih mau jualan apa untuk bisnis online kamu:

  1. Jual jasa sesuai keahlian
  2. Buka online shop (dropshipper/reseller/produk sendiri)
  3. Jualan informasi/konten
  4. Jual kursus online (menjadi tutor atau mentor)
  5. Menjalankan bisnis affiliate marketing

Skuy kita bedah satu per satu!

Jual jasa sesuai keahlian

Kita semua punya keahlian masing-masing. Kalau enggak, pasti perusahaan mikir-mikir untuk mempekerjakan kita. Nah, tinggal ubah mindset aja. Kalau selama ini kita menggunakan keahlian untuk tugas-tugas kerja, sekarang gunakan keahlian untuk bisnis di luar kerjaan. (Kalau sudah jobless, lebih mudah lagi ya karena kita jadi lebih punya banyak waktu untuk menjual keahlian kita ini.)

Jago fotografi? Sekarang banyak online shop atau usaha kecil menengah yang butuh foto bagus untuk presentasi mereka di berbagai platform digital.

Jago desain grafis? Wah, calon klien berlimpah tuh. Mulai dari desain konten instagram, desain poster maupun e-flyer, desain logo, sampai desain CV/resume!

Jago mengolah kata karena sehari-harinya sudah biasa bikin press release buat kantor? Bisa duet dengan teman yang jago desain grafis. Teman bikin desainnya, kamu lengkapi dengan caption atau copywriting yang menarik.

Biasa handle akun media sosial di kantor sebelumnya? Nah, kamu bisa tawarkan jasa admin akun media sosial.

Masih banyak lagi contoh yang lainnya. Kalau masih bingung soal usaha baru yang bisa kamu rintis, silakan tinggal komentar, nanti saya coba kasih pencerahan.

Buka online shop

Kalau kamu belum mantap hati untuk jual jasa sesuai keahlian, dan lebih condong untuk jualan produk saja sesuai jiwa sales kamu, kamu bisa mulai jualan produk secara online.

Bisa lewat marketplace seperti Tokopedia atau Shopee.

Bisa lewat media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter.

Atau bikin online shop sendiri – tidak disarankan jika kamu tidak punya banyak waktu untuk me-maintain situs toko online kamu.

Kamu bisa mulai sebagai reseller, dropshipping, atau jual produk yang kamu produksi sendiri. Misalnya kamu jago bikin kue kering, yawdah sekarang ditelateni untuk produksi kue kering dan mulai jualan di berbagai platform.

Banyak distributor yang menawarkan program sebagai reseller atau dropshipper. Googling aja (atau tunggu tulisan saya berikutnya yang membahas tuntas soal online shop ini).

Jualan informasi/konten

Kamu punya banyak pengalaman tentang satu hal? Angkat itu sebagai expertise kamu. Tidak perlu malu. Di luar sana, banyak yang nggak ahli-ahli banget pun bisa jual diri sebagai ahlinya ahli kok.

Informasi yang kamu punya bisa kamu bagikan, dan jika sudah terbentuk tribe yang anggotanya penggemar, follower, subscriber atau apalah, kamu bisa mulai memonetisasi channel kamu.

Pilih salah satu platform tempat kamu akan berbagi informasi yang kamu punya tentang hal yang kamu kuasai itu. Bikin konten yang menarik dan update secara regular.

Kalau pintar edit video (atau punya dana untuk mempekerjakan tukang edit), kamu bisa bikin channel Youtube.

Kalau seperti saya, bisanya cuma nulis, kamu bisa mulai bikin blog dan secara teratur menulis artikel tentang keahlianmu itu.

Kalau pede untuk bercuap-cuap ala penyiar radio, kamu bisa jadi podcaster. Meski sedikit telat booming di Indonesia, podcas sekarang sudah mulai dilirik para pengiklan sebagai media promosi. Artinya apa? Sebagai podcaster kamu bisa memonetisasi podcast kamu.

Kamu juga bisa membangun personal branding kamu di Instagram. Atau TikTok, yang lebih kekinian. Lambat laun orang akan mengenalmu sebagai seorang expert. Siapa tahu, bisa berkolaborasi dengan Pak Ndul sebagai ahlinya ahli, core of the core.

Jadi tutor/mentor di kursus online

Pintar mengajar? Sekarang banyak channel tersedia bagimu agar kamu bisa dapat tambahan penghasilan dari kepintaranmu itu.

Bikin kursus online, lalu jual lewat medium macam Skillshare / Ruangguru, Bizlab, Glints dan yang lainnya.

Atau, kamu bisa tawarkan kursus online di platform kamu sendiri. Seperti Niko Julius yang menawarkan Kelas Instagram Organik.

Belum pede jual kursus online, tapi beneran senang mengajar? Kamu bisa jual jasa sebagai guru les privat buat anak-anak sekolah.

Affiliate marketing

Kalau affiliate marketing ini, terus terang butuh waktu untuk membangun pondasi. (Bisa dipercepat sih kalau kamu punya dana lebih terutama untuk boost marketing.)

Affiliate marketing itu apa?

Itu salah satu sumber penghasilan banyak internet marketer saat ini. Kita cukup mendaftar ke situs/platform yang menawarkan afiliasi. Setelah mendapatkan kode khusus sebagai affiliate mereka, kita bisa tambahkan kode tersebut di link yang kita pasang di website/blog kita. Jika ada yang klik link tersebut dan membeli produk yang kita promosikan, kita mendapat sedikit komisi.

Contohnya seperti tautan Kelas Instagram Organik di atas. Jujur saja, jika kamu klik link tersebut dan membeli kursus Niko Julius tersebut, saya dapat sedikit komisi. Yah, lumayanlah buat nutup biaya hosting blog ini.

*****

Kelima jenis bisnis online yang intinya jualan secara online di atas, bisa dijabarkan lagi secara mendetil. Termasuk bahasan bagaimana kamu bisa mendapatkan pelanggan.

Modal utama untuk berbisnis online adalah kemauan. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

Setelah itu, nggak munafik, pasti butuh dana. Meskipun tidak sebesar jika kamu harus sewa warung atau toko fisik. Tapi paling tidak, butuh dana buat beli kuota agar selalu online. Lebih cakep lagi jika kamu sudah bermodalkan PC atau laptop, sehingga mudah bergerak dalam menjalankan bisnis online kamu.

Saya memang sengaja tidak membahas bisnis-bisnis online yang sekarang banyak ditawarkan dengan iming-iming profit tinggi dan gampang dijalankan.

Selain itu di luar expertise saya, saya juga percaya nggak ada yang instan di muka bumi ini. Kecuali kalau kita kawin dengan orang kaya, otomatis langsung jadi kaya juga.

Atau menang lotere. Tapi ya gimana bisa menang kalau beli loterenya setahun sekali.

Jadi mending bahas yang saya pahami dan yang realistis untuk dijalankan.

Gimana, dari kelima jenis jualan online di atas, sudah ada yang menginspirasi kamu untuk mulai usaha mendapatkan penghasilan tambahan atau sumber penghasilan baru?

Jangan lupa stay tune di blog ini ya karena saya bakal rajin berbagi informasi seputar bisnis online apalagi semasa pandemi ini.

Tabik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *