Pertanyaan yang sering menghinggapi perantau seperti saya, ketika harus bekerja di luar kota tempat tinggal, adalah: lebih baik sewa apartemen, kost, atau kontrak rumah?

Berhubung saya punya pengalaman tinggal di apartemen, jadi anak kost, dan sempat juga menyewa rumah saat di Bali, saya bisa menjawab pertanyaan di atas dengan sebaik-baiknya.

Tentu saja, banyak pertimbangan yang mendasari keputusan yang kita ambil.

Table of Contents

Bahan pertimbangan

Bagi saya, yang harus dipertimbangkan adalah:

  1. Seberapa lama kita akan menetap di kota tersebut untuk bekerja? Apakah sebulan-dua bulan, atau bisa bertahun-tahun, atau bahkan akan menetap selamanya sampai pensiun?
  2. Apakah kita tinggal sendirian, atau bersama keluarga? Bersama keluarga, terlebih jika sudah beranak pinak, tentu tidak akan nyaman jika tinggal di kost
  3. Berapa anggaran kita untuk tempat tinggal? Ini faktor terpenting bagi saya, karena beaya untuk kost, jelas beda dengan sewa apartemen, ataupun kontrak rumah

Keuntungan dan Kerugian

Setiap pilihan memiliki keuntungan dan juga kerugian. Dari pengalaman saya, berikut yang bisa saya bagikan.

  1. Kost
    Praktis sekali kost di zaman sekarang. Tinggal bawa koper, sudah bisa tinggal di kost yang kita pilih. Meskipun, ada juga yang memilih kost kosongan biar lebih bebas membawa perlengkapan milik sendiri.
    Kepraktisan kost juga kita rasakan saat ada kerusakan misalnya genteng bocor. Tidak perlu kita perbaiki sendiri. Cukup informasi ke pemilik kost.
    Tidak enaknya, kita harus berbagi fasilitas dengan penghuni kost lain. Misalnya dapur bersama. Atau kamar mandi, jika kita memilih kost yang tidak punya kamar mandi pribadi.
    Dan tentu saja, kita harus bertenggang rasa dengan penghuni kost lainnya. Terkadang kudu maklum jika tetangga kamar bising bukan main, atau pulang malam sambil bernyanyi lantang.
  2. Sewa apartemen
    Dibandingkan kost standar, apartemen jelas memberi kita ruang gerak yang lebih luas. Fasilitas seperti dapur dan kamar mandi bisa kita gunakan tanpa perlu berbagi dengan yang lain.
    Untuk maintenance, tinggal di apartemen tidak begitu ribet. Tidak mungkin kita mengalami genteng bocor, misalnya. Jika ada masalah, kita tinggal hubungi customer service yang akan mengirimkan tenaga untuk perbaikan di unit kita.
    Fasilitas yang ada di apartemen juga menyenangkan. Taman bermain, pusat perbelanjaan, juga pusat hiburan atau olahraga seperti kolam renang, biasanya tersedia di kompleks apartemen.
    Tidak enaknya tinggal di apartemen lebih pada preferensi gaya hidup kita. Sebagai seorang individualis, tinggal di apartemen lebih nyaman bagi saya daripada tinggal di kost atau di rumah, yang mewajibkan kita untuk berbasa-basi dengan tetangga kamar/tetangga rumah.
    Dan buat keluarga dengan satu atau dua anak, tentu harus memilih unit yang besar, tidak cukup kamar studio atau One Bedroom. Demi kenyamanan bersama.
  3. Sewa rumah
    Memang, tinggal di rumah tapak memberi keuntungan yang tidak bisa kita dapatkan di apartemen. Setiap rumah biasanya memiliki halaman, yang bisa kita gunakan untuk penyaluran hobi berkebun kita.
    Tapi, tinggal di rumah juga memberi keribetan yang harus kita antisipasi. Pemeliharaan bangunan itu bisa jadi sesuatu yang bikin pusing kepala. Genteng bocor, air mampet, aliran listrik tiba-tiba terputus, adalah contoh kasus yang kita harus siap mental.
    Dan juga, sewa rumah hampir selalu berjangka panjang, bisa setahun atau minimal dua-tiga tahun. Beda dengan kost yang bisa kita bayar bulanan. Sewa apartemen pun, kalau bertemu pemilik yang cocok, bisa kita bayar bulanan.

Pengalaman pribadi

Sekarang, saya lebih memilih tinggal di kost, atau di apartemen, dan menghindari sewa rumah. Energi dan waktu saya tidak cukup untuk menjaga rumah selalu bersih dan rapi.

Kalau boleh memilih lagi, tinggal di apartemen masih menjadi pilihan utama saya. Praktis, dan tidak ribet. Tidak perlu berbasa-basi dengan penghuni. Kalau berpapasan dengan penghuni apartemen satu lantai, cukup lempar senyum.

Tapi jangan sangka hidup di apartemen seindividualis itu, ya. Tergantung pada kitanya aja. Seperti teman saya, misalnya. Dia aktif di WAG penghuni apartemen, sehingga dia selalu tahu info terkini tentang apa yang terjadi di kompleks apartemen kami.

Enaknya lagi hidup di zaman sekarang, mencari informasi itu semudah menjentikkan jari. Butuh apartemen, baik untuk sewa apartemen maupun beli apartemen buat investasi, cukup kunjungi situs yang memiliki listing apartemen yang kaya, selalu update, dan menyediakan informasi lengkap termasuk harga apartemen incaran kita.

Jadi, gimana? Buat kamu kaum perantau seperti saya, mana yang menjadi pilihanmu: jadi anak kost, sewa apartemen, atau kontrak rumah?