30 Days Writing Challenge - Days 12

5 Berkat Dalam Hidup Saya

Hari keduabelas 30 Days Writing Challenge. Write about five blessings in your life. Hmm kalau menghitung berkat, saya jagonya mah. Karena salah satu prinsip hidup saya adalah: bersyukur dalam setiap perkara.

Apa ya kira-kira lima berkat yang saya syukuri dalam hidup ini?

  1. Keluarga yang demokratis
  2. Teman-teman yang bisa diandalkan
  3. Peluang yang tak habisnya datang
  4. Otak yang lumayan cerdas
  5. Kesehatan

Silakan simak cerita singkat saya.

Keluarga yang demokratis

Ini satu berkat tak terhingga yang banyak orang tak beruntung menikmatinya. Saya beruntung banget dibesarkan dalam keluarga yang demokratis. Orang tua kami tidak pernah menuntut banyak dari anak-anaknya.

Misalnya soal pasangan. Kakak-kakak saya tidak pernah mengalami hambatan dari orang tua atas pasangan pilihan mereka. “Toh kalian yang menjalani,” selalu begitu kata bapak dan ibu. Pun, pada saya, mereka (ibu terutama yang masih sugeng hingga hari ini) tak pernah menanyakan soal pasangan.

Termasuk dalam hal agama. Bapak muslim hingga akhir hayat, Ibu Kristen sampai sekarang. Mereka membesarkan anak-anak dengan pendidikan Kristen, namun ketika kami dewasa, kami diberi kebebasan untuk memilih jalan kami masing-masing. Jadilah, kakak pertama Islam dan sudah naik haji, kakak kedua Katholik hingga akhir hidupnya, kakak ketiga Kristen yang menikah dengan istri Katholik, dan kakak keempat Kristen taat. Saya sendiri? Hehehe. Ibu saya nggak pernah memusingkan itu. Beliau percaya anak-anaknya sudah cukup dewasa untuk menentukan jalan mana yang akan mereka tempuh.

Teman-teman yang bisa diandalkan

Ini berkah luar biasa pula bagi saya. Bagi saya, teman datang dan pergi. Hanya sedikit yang bertahan, tapi saya nggak pusingkan itu. Malah, belakangan ini saya sengaja memutus jembatan dengan banyak orang. Karena apa? Karena saya fokus pada teman-teman yang bisa saya andalkan.

Berbuat baik itu tetap, pada semua orang. Namun bagi saya, sudah bukan satu kebanggaan lagi dikenal sebagai “si banyak teman”. Kualitas lebih penting dari kuantitas. Dan saya bersyukur, selalu saja ada teman yang mendampingi saya pada momen yang tak terbayangkan.

Peluang yang tak habisnya datang

Saya bersyukur banget atas segala peluang yang datang dari segala penjuru, bahkan sampai hari-hari kemarin. Kalaupun belakangan saya banyak menolak beberapa peluang yang sebenarnya lumayan memberikan keuntungan material bagi saya, itu sama dengan alasan saya menolak berhubungan dengan teman-teman tertentu: saya ingin hemat energi. Saya ingin fokus terlebih dulu, menggarap peluang yang benar-benar berharga untuk saya perjuangkan.

Otak yang lumayan cerdas

Saya bilang lumayan ya. Saya sadar saya bukan seorang jenius. Tapi otak saya lumayanlah bisa dipakai berpikir untuk memahami berbagai konsep. Meski terkadang kalau lagi bebal, satu konsep bisa butuh berbulan-bulan untuk saya serap maknanya.

Kesehatan

Kapan terakhir kali saya ke dokter? Mungkin 2-3 tahun lalu saat saya demam tinggi – itupun harus dipaksa pacar waktu itu. Eh, setelah itu pernah ding ke dokter THT, cuma buat bersihin telinga yang sudah kotor parah.

Sebelum itu, terakhir saya ke dokter itu mungkin pas remaja atau kanak-kanak. Lalu pas kecelakaan sepeda motor.

Singkat cerita, saya jarang sakit. Kalaupun sakit pegal atau pusing, istirahat doang, perbanyak makan tidur, sudah cukup bagi saya.

Yang penting hati bahagia, maka fisik pun akan tetap sehat terjaga.

*****

Begitulah, lima hal yang saya syukuri banget dalam hidup ini.

Sebenarnya tidak hanya lima hal di atas, tapi setiap hal saya syukuri. Bersyukur dalam setiap perkara adalah koentji.

Meski terkadang saya alpa, dan ada saja kejadian yang menampar saya, mengembalikan saya pada realita.

Saya tidak hanya bersyukur atas hal-hal baik.

Atas hal-hal buruk yang terjadi pun, saya mengucap syukur.

Karena semua yang terjadi itulah yang membentuk saya, menuntun saya hingga sampai ke titik ini.

Kalau cuma hal-hal yang baik yang terjadi, bisa jadi saya tidak bertumbuh. Pengalaman hidup jadi kurang, mainnya kurang jauh hingga susah untuk relate dengan berbagai orang dari berbagai latar belakang.

BTW, saya pikir saya bakal skip challenge hari ini karena banyak kejadian tak terduga. Tapi ternyata saya bisa menyempatkan diri untuk menulis postingan ini. Bersyukur dah.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *