Jawaban saya di Quora

Ucapan Selamat Hari Natal = Haram, Sejak Kapan?

Disclaimer
Belakangan saya cukup rajin berkiprah kembali di Quora, setelah menjadi anggota di sana sejak 2012. Jadi saya pikir, baik juga kalau saya arsipkan jawaban saya di sana, di blog Balepoint ini dengan kategori: Quora. Siapa tahu, kalian tertarik menjadi Quoran seperti saya dan jutaan orang lainnya.

Pertanyaan:

Mengapa di zaman orde baru belum ada pengharaman terhadap ucapan selamat hari natal?Pengharaman terhadap ucapan selamat hari natal sudah ada di Orde Baru, cuma Anda aja yang nggak tahu.

Jawaban saya:

Pengharaman terhadap ucapan selamat hari natal sudah ada di Orde Baru, cuma Anda aja yang nggak tahu.

Kelas 3 SMA (tahun 1989) saya menemukan selebaran yang kata teman saya dibagikan oleh guru agama Islam, tentang haramnya mengucapkan selamat Natal. Saya serahkan ke kakak saya yang wartawan, tapi ya nggak mungkin berita itu di up di media kala itu.

Kalau dipikir-pikir lebih lanjut….

Buku-buku Pramoedya (contoh aja) juga belum ada di rak toko buku, beda dengan sekarang, mudah didapat mau ke toko buku konvensional atau online.

Kritik pemerintahan juga seakan-akan belum ada. Kritik presiden di depan umum? Hehe, bukan saja kritiknya yang bakal ngilang, tapi pengkritiknya juga bakal lenyap. (Makanya sebel kalau orang pada nuduh pemerintah sekarang otoriter. Selama kita masih bisa koar-koar di sosmed dalam batas kesopanan, ya masih demokratis lah hitungannya.)

Apa lagi yang belum ada di masa Orde Baru? Besar kemungkinan sudah ada, cuma Anda saja yang nggak tahu. Seperti buku Pramoedya Dan kritik pemerintah, yang hanya beredar di kalamgan tertentu.

Dalam hal ini, media sosial berperan penting menyebarkan informasi. Lah dulu belum ada medsos, jadi pantas saja kalau banyak orang yang tidak tahu tentang sesuatu.

Kalau mau nimbrung diskusi, silakan langsung cuss ke Quora.


Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *